Kasus Dugaan Manipulasi Telekomunikasi Indramayu Diserahkan ke Kejati Jabar

Octavianus Dwi Sutrisno    •    Rabu, 18 Nov 2015 15:04 WIB
penipuan
Kasus Dugaan Manipulasi Telekomunikasi Indramayu Diserahkan ke Kejati Jabar
Foto: Tersangka Asep Saipudin didampingi istri dan anaknya tiba di Kejaksaan Tinggi Jawa Barat/MTVN_Octavianus Dwi Sutrisno

Metrotvnews.com, Bandung: Polda Jawa Barat menyerahkan kasus dugaan manipulasi akses telekomunikasi di Jatibarang, Kabupaten Indramayu, kepada Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, Rabu 18 November. Tersangka kasus ini, Asep Saipudin, 40, pun dibawa ke Kejati Jawa Barat.

Pantauan Metrotvnews.com, Asep Saipudin, teknisi elektrik, itu tiba di Kejati Jawa Barat didampingi istri dan anaknya. Asep langsung digiring ke ruang penyidik untuk menjalani pemeriksaan.

Jaksa Penuntut Umum Ahmad Nur Hidayat mengatakan, kasus ini terungkap sejak 2014. Saat itu PT Telkom melakukan penyadapan terhadap arus telekomunikasi yang mencurigakan. PT Telkom kemudian menemukan aksi manipulasi telekomunikasi yang diduga dilakukan teknisi elektrik yakni Asep Saipudin.

"Awalnya, pihak Telkom melakukan razia melalui satelit dan ternyata ada sinyal-sinyal regulasi dari luar negeri yang bocor. Seharusnya dari luar negeri masuk ke pihak Telkom dulu, tetapi ini langsung," kata Ahmad Nur Hidayat kepada wartawan di Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, Jalan L.L.R.E Martadinata, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (18/11/2015).

Asep diduga membuka sinyal regulasi dari panggilan luar negeri menggunakan alat elektrik yakni simbox. Melalui alat itu, panggilan luar negeri dialihkan menjadi panggilan lokal.

"Alat itu (Simbox) berfungsi untuk mengarahkan frekuensi regulasi dari telepon luar negeri yang masuk ke Indonesia. Alat tersebut juga mengubah biaya telepon interlokal menjadi lokal, sehingga tersangka mendapatkan laba dari selisih pembayaran," kata dia.

Sementara itu, Pelaksana Penertiban Kementerian Komunikasi dan Informatika Febran Suryawan mengatakan, kasus ini merupakan tindak pidana telekomunikasi menggunakan teknologi sederhana.

"Tersangka AP telah melakukan pelanggaran yaitu menggunakan perangkat tidak berizin juga manipulasi akses telekomunikasi. Atas kasus ini negara mengalami kerugian ratusan juta rupiah," kata Febran Suryawan.

Selanjutnya, kata Ahmad, kasus ini akan dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Indramayu. Penyidik masih mengembangkan penyelidikan untuk membidik tersangka lainnya.

"Sampai saat ini tersangka baru satu namun tidak menutup kemungkinan tersangka bisa bertambah," ujar dia.

Tersangka Asep Saipudin dijerat Pasal 7, Pasal 49, Pasal 50, juncto Pasal 11 Undang Undang Nomor 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi.

"Ancaman penjara maksimal 6 tahun," kata Ahmad.


(TTD)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

6 days Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA