Kabag TU DPR: Surat Setya Novanto ke Pertamina Palsu

Githa Farahdina    •    Rabu, 18 Nov 2015 15:43 WIB
geger surat setya novanto
Kabag TU DPR: Surat Setya Novanto ke Pertamina Palsu
Gedung DPR RI,--Foto: MI/Susanto

Metrotvnews.com, Jakarta: Ketua DPR Setya Novanto kembali diterpa masalah. Sebuah surat atas nama Ketua DPR Setya Novanto dikirim ke Direktur Utara PT Pertamina. Isinya soal permintaan bantuan addendum perjanjian jasa penerimaan, penyimpanan dan penyerahan BBM di terminal BBM antara PT Pertamina (Persero) dengan PT Orbit Terminal Merak.

Benarkah surat itu?

Kepala Bagian Tata Usaha DPR Hani Tahapari membantah mengeluarkan surat tagihan Ketua DPR Setya Novanto kepada PT Pertamina. Menurut Tahapari, kop DPR yang tertera pada surat itu palsu.

"Surat ini tak pernah kami lihat. Surat ini sangat berbeda dengan kop surat Tata Usaha DPR RI," kata Hani Tahapari di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (18/11/2015).

(Baca juga: Pertamina Akui Terima Surat dari Pimpinan DPR)

Perbedaan terdapat pada lambang DPR. Pada surat yang beredar lambang DPR RI berada di tengah. Sementara di surat resmi yang biasa dikeluarkan Tata Usaha DPR, lambang DPR selalu berada di pinggir.

"Khusus surat yang ditandatangani. Contoh, ini kop surat yang resmi. Yang selalu digunakan Ketua DPR RI menuliskan suratnya," ujar Tahapari sambil menunjukkan surat yang biasa dikeluarkan TU.

Semua surat dinas, jelas Tahapari, pasti memiliki nomor. Sementara surat yang beredar sama sekali tidak memiliki nomor.

Pengeluaran surat pasti lewat TU yang kemudian dilaporkan kepada Ketua DPR Setya Novanto. Tahapari menjelaskan, surat palsu itu telah disampaikan kepada Novanto.

"Bapak Ketua DPR RI dengan tegas mengatakan tak tahu surat ini ada. Beliau mengizinkan saya sampaikan ke teman-teman surat ini tidak pernah diketahui," kata Tahapari.

Tata Usaha DPR mempertimbangkan mengambil langkah hukum terkait kasus ini. Tahapari akan melakukan konsultasi hukum.

"Di DPR RI ada Sekjen DPR RI. Di sana ada biro hukum dan masalah yang berkaitan dengan hukum di Sekjen DPR RI ini," ujar dia.


Katebelece yang diduga dikirim Ketua DPR Setya Novanto ke PT Pertamina,--Foto: Dok/Istimewa

Sementara manajemen PT Pertamina membenarkan mendapat surat dari pimpinan DPR, Setya Novanto, terkait dengan addendum perjanjian jasa penerimaan, penyimpanan, dan penyerahan BBM di terminal BBM.

Vice President Communication Pertamina, Wianda Pusponegoro, mengungkapkan migas BUMN menerima surat itu. Namun, Wianda mengatakan, perseroan tidak terlalu mengusik surat tersebut secara mendalam.

"Sudah (menerima surat). Tapi kita tidak terlalu mengurusi soal surat itu sebenarnya. Karena kita bukan dalam target mengikuti siapa yang berkirim surat kepada Pertamina," ungkap Wianda kepada wartawan di Jakarta, Rabu 18 November 2015.

Berikut isi lengkap Katebelece tersebut:

DEWAN PERWAKILAN RAKYAT
REPUBLIK INDONESIA

Drs Setya Novanto
Ketua DPR-RI

Jakarta, 17 Oct 2015

Kepada Yth
Bapak Dwi Soetjipto
Direktur Utama Pertamina

Dengan hormat,
Sesuai dengan pembicaraan terdahulu dan informasi dari Bapak Hanung Budya Direktur Pemasaran dan Niaga sekiranya kami dapat dibantu mengenai Addendum perjanjian jasa penerimaan, penyimpanan dan penyerahan bahan bakar minyak di terminal bahan bakar minyak antara PT Pertamina (Persero) dengan PT Orbit Terminal Merak yang sudah diterima beberapa minggu lalu dan lampiran sebagai berikut:

1. Surat No 004/F10000/2015-S0 Tanggal 1 Juli Notulen Rapat Negosiasi Awal dengan PT. Orbit Terminal Merak.
2. Surat No 343/F10300/2015-S5 Tanggal 7 Juli 2015 Perihal Penyesuaian Kapasitas Tangki Timbun Orbit Tanking Merak.
3. Surat No 055/OT-JKT/VII/2015 Tanggal 27 Juli 2015 Penyesuaian Kapasitas Tangki Timbun PT. Orbit Terminal Merak.
4. Surat No 337/F10000/2015-S0 Tanggal 3 Agustus 2015 Review Kerjasama Pemanfaatan Terminal BBM Merak.
5. Surat No 061/OT-JKT/VIII/2015 Tanggal 8 Agustus 2015 Tanggapan Review Kerjasama Pemanfaatan Terminal BBM Merak
6. Surat No 357/F10000/2015-S0 Tanggal 14 Agustus 2015 Penurunan Thruput Fee Kerjasama Pemanfaatan Terminal BBM Merak
7. Surat No 064/OT-JKT/VIII/2015 Tanggal 24 Agustus 2015 Tanggapan Penurunan Thruput Fee Kerjasama Pemanfaatan Terminal BBM Merak.
8. Surat No 1036 - BUM/KMD/10/2015 Tanggal 07 Oktober 2015 Konfirmasi Kontrakan PT. Orbit Terminal Merak

Terimakasih atas perhatian Bapak.



(MBM)