Marwan Jafar: Anggaran Transmigrasi Harus Ditingkatkan

Mohammad Adam    •    Rabu, 18 Nov 2015 16:12 WIB
transmigrasi
Marwan Jafar: Anggaran Transmigrasi Harus Ditingkatkan
Marwan Jafar. (Foto: Dokumentasi Kementerian Desa, Pembanguan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi)

Metrotvnews.com, Jakarta: Peran transmigrasi dalam membangun Indonesia sudah sangat besar. Transmigrasi pun memberi harapan baru bagi masyarakat miskin untuk merebut kehidupan yang lebih layak.

Namun, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Menteri Desa PDTT) Marwan Jafar mengaku prihatin dengan kenyataan bahwa peran transmigrasi masih dipandang sebelah mata, bahkan anggaran untuk transmigrasi diturunkan.

Semestinya, menurut Marwan, transmigrasi diposisikan sebagai program utama karena langsung menyentuh kepentingan masyarakat miskin, menyangkut pemerataan pembangunan, sekaligus menjadi sarana dalam memaksimalkan pengelolaan potensi sumber daya alam di daerah-daerah.

"Saya tidak habis pikir, perhatian terhadap transmigrasi kok jauh dari harapan. Banyak yang memandang transmigrasi sebelah mata, bahkan anggarannya diturunkan terus dalam sepuluh tahun terakhir," ujar Marwan dalam keterangan tertulis, Rabu (18/11/2015).

Tokoh asal Pati, Jawa Tengah ini menambahkan, kementeriannya berupaya agar dana untuk transmigrasi dinaikkan. Kementerian Desa PDTT juga konsisten berikhtiar mengembangkan transmigrasi supaya lebih diperhitungkan lagi.

"Seluruh pemangku kepentingan kami minta untuk komitmen menaikkan jumlah anggaran transmigrasi, jangan  malah turun seperti sekarang. Masak kami sampai mengais-ngais seperti ini untuk menghidupkan transmigrasi," katanya.

Agar transmigrasi berjalan optimal, lanjut Marwan, paling tidak dibutuhkan dukungan anggaran Rp15 triliun. Ini untuk penyediaan infrastruktur di daerah transmigrasi. Kerja sama lintas kementerian terutama dengan Kementerian PU untuk membangun fasilitasi infrastruktur pun sangat penting.

"Nah, sekarang bagaimana mau mengembangkan transmigrasi kalau tidak didukung anggaran yang cukup? Kalau kewenangan yang diberikan tidak diberi dukungan anggaran yang cukup, maka hasilnya tak maksimal. Bappenas dan Kementerian keuangan biar dijewer sama Menko Perekonomian," kata Marwan.

Dalam sepuluh tahun terakhir, menurut Marwan, anggaran transmigrasi tak pernah naik. Bahkan  justru turun. Ini menunjukkan bahwa selama ini peranan vital transmigrasi dipandang sebelah mata. Banyak sumbangsih dari program transmigrasi yang dilupakan, padahal ada peranan dan andil dari transmigrasi yang membuat negeri ini kuat dan maju.

Marwan mengaku sudah sering berkeliling ke daerah-daerah, mendatangai kampus-kampus, serta bertemu dengan banyak kalangan. Tapi yang diherankan, masih banyak orang belum memahami transmigrasi. Bahkan ada kampus tak mengenal transmigrasi dan para pemangku kepentingan seakan tak cukup peduli dengan sektor transmigrasi.

"Transmigasri tidak boleh dilupakan. Kita harus ciptakan sektor trasnmigrasi dengan maksimal. Informasi kami buka seluas-luasnya, bangun pasar kita dari produk-produk transmigrasi. Kementerian Perdagangan baru akan buka pasar-pasar di daerah transmigrasi, kami juga berupaya melakukan itu. Terutama untuk pasarkan produk transmigrasi," kata Marwan.

Sejauh ini ada 160 peraturan yang direvisi bahkan dihilangkan karena tidak kondusif untuk menopang investasi. Pembenahan regulasi ini untuk mempercepat pembangunan yang didukung masuknya investasi di Indonesia.

Mengembangkan transmigrasi pun tidak cukup dijalankan sendiri oleh satu kementerian. Perlu ada kerjasama dengan pemangku kepentingan, para usahawan, dan semua stakeholders untuk bersatu memajukan transmigrasi. Transmigrasi  butuh marketing yang lebih canggih.

"Butuh komitmen semua pihak, pemda, swasta, semua harus ikut kembangkan transmigrasi, karena ini program sangat potensial bagi negara kita," kata Marwan.


(ADM)