Manipulasi Akses Telekomunikasi, Asep Gunakan SIM Box

Octavianus Dwi Sutrisno    •    Rabu, 18 Nov 2015 17:08 WIB
penipuan
Manipulasi Akses Telekomunikasi, Asep Gunakan <i>SIM Box</i>
Foto: Tersangka Asep Saipudin didampingi istri dan anaknya tiba di Kejaksaan Tinggi Jawa Barat/MTVN_Octavianus Dwi Sutrisno

Metrotvnews.com, Bandung: Kasus dugaan manipulasi akses telekomunikasi di Jatibarang, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi Jawa Barat. Staf Pelaksana Penertiban Kementerian Komunikasi dan Informatika Febran Suryawan mengatakan, kasus ini ini merupakan tindak pidana menggunakan teknologi sederhana.

"Jadi tersangka menggunakan SIM box yaitu perangkat yang isinya berisi SIM card GSM atau CDMA, fungsinya mengubah panggilan data yang masuk melalui internet menjadi panggilan telepon biasa. Tujuannya agar bisa masuk jaringan seluler atau PSTN (public switched telephone network) agar biaya (percakapan) lebih murah," kata Febran Suryawan di Kejati Jawa Barat, Jalan L.L.R.E Martadinata, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (18/11/2015).

Kasus ini terungkap sejak 2014. Saat itu PT Telkom melakukan penyadapan terhadap arus telekomunikasi yang mencurigakan. PT Telkom kemudian menemukan aksi manipulasi telekomunikasi yang diduga dilakukan teknisi elektrik asal Tangerang, Banten, Asep Saipudin.

Baca: Kasus Dugaan Manipulasi Telekomunikasi Indramayu Diserahkan ke Kejati Jabar

Lebih lanjut Febran mengatakan, Asep diduga bekerja sama dengan mitra internasional. Modusnya panggilan internasional ke Indonesia yang diterima di ponsel diubah menggunakan SIM box sehingga menjadi tarif percakapan lokal.

"Kalau biasa terima telepon dari luar negeri, kalau diterima di telepon harusnya luar negeri tapi ini malah nomor lokal sini. Kita berhasil ungkap kasus ini ketika operasi ISP ilegal. Saat itulah ditemukan adanya perangkat simbox tersebut," ujar dia.

Menurut Febran, tersangka melakukan modus tersebut di daerah Jatibarang Indramayu. Namun pihaknya masih melakukan penelusuran apakah ada indikasi hal tersebut di daerah lain.

"Kasus di Indramayu ini baru setahun dua tahun, masih ada yang lain dan kita masih cari," ujar dia.


 


(TTD)

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

4 days Ago

Uang berasal dari uang pengganti terpidana kasus korupsi proyek KTP-el Andi Agustinus alias And…

BERITA LAINNYA