Presiden Minta Praktisi Humas Hati-hati Mengolah Informasi

Desi Angriani    •    Rabu, 18 Nov 2015 17:16 WIB
informasi
Presiden Minta Praktisi Humas Hati-hati Mengolah Informasi
Presiden saat membuka Konvensi Nasional Humas di Istana Negara, Jakarta, Rabu 18 November 2015. Antara Foto/Yudhi Mahatma

Metrotvnews.com, Jakarta: Praktisi di bidang hubungan masyarakat diminta hati-hati mengolah informasi. Praktisi humas harus jeli menggiring opini, khususnya yang beredar di media sosial.

Hal itu disampaikan Presiden Joko Widodo saat membuka Konvensi Nasional Humas 2015 di Istana Negara, Jalan Veteran, Jakarta.

Menurut Presiden, publik semakin kritis. Tuntutan untuk dialog dan transparansi semakin kuat. Dalam konteks sosial media, menurut dia, kepercayaan harus dibangun dengan cara komunikasi dua arah.

Presiden juga meminta praktisi humas mencermati fenomena transformasi media. Saat ini, siapa pun bisa membuat web. Peran humas adalah membuat naskah yang bermakna positif bagi kehidupan bangsa.

“Narasi-narasi yang dapat mencerahkan, menghibur, dan menggerakkan rakyat,” kata Presiden, Rabu (18/11/2015).

Presiden prihatin dengan komentar-komentar di media elektronik yang menurutnya melupakan sopan santun.
Presiden mengaku terus mengikuti topik terkini yang muncul di media sosial.

Dia yakin, peran praktisi humas mampu melawan komentar-komentar negatif di media elektronik dengan membuat narasi yang optimistis dan bisa menggerakkan masyarakat.

Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Perhimpunan Hubungan Masyarakat Indonesia Agung Laksamana mengatakan  praktisi humas dalam menjalankan tugasnya juga harus mengikuti perkembangan teknologi, termasuk kemajuan digital saat ini.


(TRK)