Setnov Dilaporkan Warga NTT ke KPK

Yogi Bayu Aji    •    Rabu, 18 Nov 2015 17:32 WIB
pencatut nama presiden
Setnov Dilaporkan Warga NTT ke KPK
Wrga NTT laporkan Setya Novanto ke KPK. (Foto:MTVN/Yogi Bayu Aji)

Metrotvnews.com, Jakarta: Warga Nusa Tenggara Timur yang tergabung dalam Forum Komunikasi Masyarakat Flores, Sumba, Timor, dan Alor (Flobamora) dan Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) melaporkan Ketua DPR Setya Novanto ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Mereka menuding Setnov, sapaan dia, merusak harga diri warga NTT, daerah pemilihan Setnov saat pemilihan legislatif 2014 .
 
Setnov yang diduga mencatut nama Presiden Joko Widodo demi saham PT Freeport Indonesia. "Perbuatannya merusak martabat masyarakat NTT yang diwakilinya, " kata Ketua Umum Flobamora Marsel Muja di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (18/11/2015).
 
Menurut dia, KPK harus mengusut beberapa perkara yang diduga melibatkan Setnov. Dua di antaranya kasus proyek PON Riau 2012 hingga proyek pengadaan KTP elektronik 2013. "Segera menetapkan status tersangka kepada saudara Setya Novanto!" tegas Marsel.
 
Anggota TPDI Petrus Selestinus yakin ada unsur korupsi dalam dugaan pencatut nama presiden oleh Setnov. Pasalnya, ada pembicaraan penjanjian 20 persen saham PT Freeport Indonesia.
 
"Janji itu juga diucapkan penyelenggara negara, Setnov. Dengan demikian, unsur kolusi sudah terjadi permufakatan antara penyelenggara dengan penyelenggara negara, atau penyelenggara negara dengan pihak lain," ujarnya.
 
Petrus menilai, jabatan Setnov sebagai wakil rakyat harus dicabut. Posisi itu akan menjadi beban bagi Setnov ketika dia diperiksa. "Dia sebaiknya ikhlas mengundurkan diri dan dengan menjunjung praduga tak bersalah, ikhlas jalankan proses hukum," katanya.
 
Diberitakan sebelumnya, Setnov  diduga mencatut nama Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk mendapatkan saham dari PT Freeport Indonesia. Setnov mengklaim bisa memuluskan perpanjangan kontrak PT FI.
 
Setnov bertemu dengan petinggi PT FI bersama pengusaha Riza Chalid. Dalam beberapa keterangan, politikus Partai Golkar ini menyebut PT FI kerap kali meminta bertemu Pimpinan DPR. Setnov mengajak Riza agar memiliki saksi pertemuan tak diinisiasi dirinya.


(FZN)