Kubu Agung Desak Setya Novanto Mundur

Anggitondi Martaon    •    Rabu, 18 Nov 2015 19:09 WIB
pencatut nama presiden
Kubu Agung Desak Setya Novanto Mundur
Ketua DPR Setya Novanto diduga si pencatut nama Presiden dan Wakil Presiden terkait perpanjangan kontrak PT Freeport Indonesia,--Foto: Antara/Yudhi Mahatma

Metrotvnews.com, Jakarta: Desakan publik agar Ketua DPR Setya Novanto mundur karena terduga mencatut nama presiden dan wakil presiden semakin deras. Bahkan desakan itu juga datang dari Partai Golkar yang dinaungi Setya Novanto.

Alasannya, partai berlambang pohon beringin juga terkena imbas dari kasus pencatutan nama Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla itu.

Ketua DPP Partai Golkar hasil Munas Ancol Bidang Komunikasi, Informasi dan Penggalangan Opini Leo Nababan‎ menilai, perilaku Setya telah merusak citra partai. Karena itu dia meminta Setya mengundurkan diri dari jabatannya sebagai ketua dan anggota DPR.

"Untuk itu saya minta kepada saudara Novanto kalau itu benar segera mengundurkan diri. Agar partai ini tidak rusak di mata masyarakat," kata Leo saat dihubungi Metrotvnews.com, Jakarta, Rabu (18/11/2015).

Seharusnya, kata Leo, Setya bersikap jantan mengundurkan diri secara teratur. Termasuk dari keanggotaannya di Partai Golkar.  

"Seharusnya dari pribadi masing-masing kader harus tahu diri. Itu lebih tinggi dari pada dimundurkan. Itu kesadaran sendiri," ungkap dia.

Leo juga menilai kasus pencatutan nama presiden dan wapres sudah termasuk tindakan melanggar hukum. Karena Setya diduga mencoba mendapatkan sejumlah saham di PT Freeport dengan iming-iming bisa memperpanjang kontrak yang akan berakhir 2021.

"Jelas minta saham itu sudah melanggar Pasal 6 Ayat 4, dimana pejabat tinggi negara apalagi ketua DPR itu memperkaya pribadi," ungkap Leo.

Dia berharap MKD bersikap tegas dalam memproses kasus tersebut. Pencopotan jabatan Setya Novanto sebagai Ketua DPR RI harus segera dilaksanakan.


(MBM)