Tak Efektif Dorong Daya Beli

Pemerintah Coba Kembali Terapkan Penurunan Tarif PPh 21

Suci Sedya Utami    •    Rabu, 18 Nov 2015 19:37 WIB
paket kebijakan ekonomi
Pemerintah Coba Kembali Terapkan Penurunan Tarif PPh 21
Ilustrasi -- FOTO: Antara/ANDIKA WAHYU

Metrotvnews.com, Jakarta: Penurunan tarif pajak penghasilan (PPh) 21 yang diperuntukkan bagi karyawan rencananya bakal dimasukkan dalam paket kebijakan ekonomi jilid VII Pemerintah Jokowi-JK.

Sebenarnya penurunan tarif PPh 21 sudah dilakukan sejak dahulu. Namun, menurut Plt Kepala Badan Kebijakan Fikal (BKF) Kementerian Keuangan RI Suahasil Nazara insentif tersebut selama ini tidak efektif untuk meningkatkan daya beli.

Suahasil, ditemui usai Rapat Kerja bersama Komisi XI DPR RI mengatakan saat ini memang sedang didiskusikan bersama Kemenko Perekonomian agar penurunan tarif PPh 21 dimasukkan  dalam paket kebijakan guna mendorong daya beli masyarakat.

"Jadi memang ada diskusi untuk memberikan insentif itu, tetap masih harus kita kaji lebih jauh, karena kalau melihat pengalaman sebelumnya di 2008 biasanya ini kurang diminati," kata Suahasil, , di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (18/11/2015).

Menurutnya, insentif PPh 21 bersifat sementara, di maksudkan untuk membanti mengembalikan keadaan ekonomi dalam kondisi yang sulit.

"Untuk membantu situasi sulit tapi dari pengalaman 2008-2009 di mana kita pernah berikan tapi tidak laku," ujarnya.

Lebih jauh, Suahasil menambahkan begitu juga dengan wacana penurunan tarif PPh Badan yang juga mesti dikaji lebih jauh lagi. Karena dampaknya harus dipelajari lebih dalam karena sumber pajak dibutuhkan untuk pembangunan infrastruktur dan transfer ke daerah.

"Penurunan tarif pajak (PPh Badan) memang bisa saja bantu dunia usaha apakah itu nanti dampaknya terhadap pembangunan secara keseluruhan seperti apa? Dampak ke revenue bagaimana? Kalau (tarifnya) dikurangi kan revenue pajak juga kurang," pungkasnya.


(AHL)

Hakim Tegur Irvanto

Hakim Tegur Irvanto

40 minutes Ago

Hakim Yanto menyebut, Irvanto memang berhak membantah keterangan para saksi. Namun demikian, Ir…

BERITA LAINNYA