Terduga Pelaku Bom KBRI di Prancis Pernah Sambangi Pesantren di Bandung

Octavianus Dwi Sutrisno    •    Rabu, 18 Nov 2015 20:14 WIB
prancis diserang
Terduga Pelaku Bom KBRI di Prancis Pernah Sambangi Pesantren di Bandung
Biodata Frederic C. Jean Salvi alias Ali Jangkung. Foto: Istimewa

Metrotvnews.com, Bandung: Frederic C. Jean Salvi alias Ali Jangkung, terduga dalang pengeboman Kedutaan Besar Indonesia (KBRI) di Prancis, pernah menyambangi dan berniat belajar agama Islam di Pondok Pesantren Al-Jawami, RT 03/21, Kampung Sindangsari, Desa Cileunyi Wetan, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, beberapa tahun silam.

Pimpinan Ponpes Al-Jawami, K.H. Imang Abdul Hamid, membenarkan kalau Ali pernah datang kepadanya. "Antara 2005-2010, dia pernah bertamu ke mari. Saat itu dia diantarkan pemuda berlogat sunda," kata Imang saat dihubungi Metrotvnews.com, Rabu (18/11/2015).

Imang mengatakan, Ali saat itu mengaku sebagai orang Prancis dan ingin melihat pendidikan agama Islam di Indonesia. "Frederic datang selaku tamu dan saya sebagai tuan rumah, kita mengobrol kurang lebih setengah jam, lalu dia pamit pulang," jelasnya.

Selanjutnya, Imang menuturkan, selang tiga minggu Ali kembali datang ke ponpesnya. "Pada kunjungan terakhirnya dia datang dengan menggunakan mobil yang sudah tua dan membawa istri serta dua anaknya. Satu anaknya diperkirakan empat tahun sedangkan yang satu lagi enam tahun. Lalu dia pamit mau pulang ke negaranya," kata dia.

Imang mengatakan Ali tidak pernah menimba ilmu di Pondok Pesantren Al-Jamawi karena keterbatasan bahasa. Ali sebatas datang dan berkunjung. "Setelah kepergian dia, kami tak pernah berkomunikasi lagi. Makanya saya kaget setelah mendengar peledakan KBRI di Prancis berhubungan dengannya," kata dia.

Imang tak mendapatkan kesan mendalam terhadap Ali selain sosok yang rajin beribadah. "Salatnya on time dan saya tak melihat hal-hal spesifik yang mengarah ke teroris," katanya.

Ali Jangkung lahir di Pontarlier, Prancis. Ia duga otak peledakan bom di depan kantor KBRI di Prancis pada 21 Maret 2012. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Teoris yang saat itu dijabat Ansyaad Mbai mengatakan Ali sudah masuk daftar pencarian orang (DPO) sejak 2010.

"Sejumlah indikasi kuat bahwa dia terlibat dalam pengeboman pada misi kami di Paris," kata Ansyaad, tak lama setelah pengeboman di depan KBRI di Prancis.


(UWA)