Akbar Tandjung: Kasus Setnov Harus Terbuka dan Transparan

Achmad Zulfikar Fazli    •    Rabu, 18 Nov 2015 20:22 WIB
pencatut nama presiden
Akbar Tandjung: Kasus Setnov Harus Terbuka dan Transparan
Akbar Tanjung. (Foto:Antara/Wahyu Putro)

Metrotvnews.com, Jakarta: Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR diminta transparan mengusut kasus Ketua DPR Setya Novanto. Setnov diduga mencatut nama presiden dan wakil presiden terkait disinvestasi PT Freeport Indonesia (PT FI).
 
Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar hasil Munas Bali Akbar Tandjung mengatakan, masyarakat membutuhkan keterbukaan dan transparansi untuk mengetahui kebenaran kasus yang menjerat politikus Golkar itu.
 
"Publik berharap seorang tokoh memiliki sikap yang dapat menjadi teladan, menghormati etika. Itu juga jadi acuan untuk cari solusi masalah yang dihadapi Novanto," kata Akbar di kediamanannya, Jalan Punawarman, Jakarta Selatan, Rabu (18/11/2015).
 
Akbar mempercayakan kasus ini kepada MKD. Akbar meminta MKD memanggil Setnov untuk dimintai keterangan.
 
"Apa betul Novanto ada kaitannya dengan saham Freeport, dengan proyek, disebut ada pembagian. Bahkan disebut juga ada nama presiden dan wapres dicatut. Ini harus dijelaskan," ujarnya.
 
Terkait wacana kocok ulang pimpinan DPR, Akbar menilai terlalu dini. Sebab, MKD masih mendalami kasus ini. Mantan Ketua Umum Partai Golkar ini meminta seluruh pihak menahan diri dan memberikan kesempatan MKD untuk mengungkap semuanya.
 
"Tapi publik harus diberikan kesempatan pantau ini secara terbuka dan publik harus diberikan kesempatan menyampaikan pendapat dan pikirannya. Itu yang akan kita lakukan untuk selesaikan masalah yang terjadi di kepemimpinan dewan, khususnya Setnov," katanya.
 
Seperti diberitakan, Menteri ESDM Sudirman Said buka suara ketika diwawancarai Najwa Shihab secara eksklusif dalam tayangan di Metro TV, Senin 16 November.
 
Laporan Sudirman Said kepada MKD bocor ke tangan awak media. Sudirman tidak berkelit saat Najwa menunjukkan foto surat laporan Sudirman yang di dalamnya tercantum nama Setya Novanto sebagai pihak terlapor.


(FZN)

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

4 days Ago

Uang berasal dari uang pengganti terpidana kasus korupsi proyek KTP-el Andi Agustinus alias And…

BERITA LAINNYA