Penurunan Ekspor karena Lemahnya Permintaan dari Mitra Dagang

Eko Nordiansyah    •    Rabu, 18 Nov 2015 20:32 WIB
perdagangan ri
Penurunan Ekspor karena Lemahnya Permintaan dari Mitra Dagang
impor, ANTARA FOTO,M Agung Rajasa.

Metrotvnews.com, Jakarta: Kementerian Perdagangan (Kemendag) mencatatkan, nilai ekspor Indonesia selama Oktober 2015 mencapai USD12,1 miliar atau turun empat persen dibandingkan September 2015.

Secara kumulatif nilai ekspor Januari-Oktober 2015 mencapai USD127,2 miliar atau turun 14 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kemendag Nus Nuzulia Ishak mengatakan, penurunan ekspor selama Januari-Oktober 2015 dipicu pelemahan harga minyak dan komoditas utama, serta penurunan permintaan impor dari mitra dagang.

"Permintaan impor negara mitra dagang utama antara lain RRT turun 18,8 persen, Jepang turun 20,6 persen, Singapura turun 19,5 persen, dan Thailand turun 11,2 persen," ujar Nus di kantornya, Jalan MI Ridwan Rais, Jakarta Pusat, Rabu (18/11/2015).

Selain itu, beberapa komoditas ekspor nonmigas Indonesia juga mengalami penurunan di pada Januari-Oktober 2015, antara lain timah turun 30,8 persen, tembaga turun 23,2 persen, nikel turun 22,6 persen, CPO turun 11,3 persen, karet dan barang dari karet turun 17,7 persen, berbagai produk kimia turun 37,9 persen, ikan dan udang turun 14,7 persen, kapas turun 9,3 persen, serta tembakau turun 4,9 persen.

Kendati demikian, kinerja neraca perdagangan Oktober 2015 masih mengalami surplus USD1,0 miliar, berasal dari perdagangan nonmigas sebesar USD1,4 miliar dan defisit perdagangan migas USD0,4 miliar. Sedangkan neraca perdagangan kumulatif Januari-Oktober 2015 juga mengalami surplus sebesar USD8,2 miliar, terdiri dari defisit perdagangan migas sebesar USD5,4 miliar dan surplus nonmigas sebesar USD13,6 miliar.

"Perdagangan dengan India, Amerika Serikat, Filipina, Belanda, dan Pakistan penyumbang surplus terbesar selama Januari-Oktober 2015 yang mencapai USD20,7 miliar. Sementara perdagangan dengan RRT, Thailand, Australia, Brasil, dan Argentina menyebabkan defisit sebesar USD18,9 miliar," pungkas dia.


(SAW)

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

5 days Ago

Uang berasal dari uang pengganti terpidana kasus korupsi proyek KTP-el Andi Agustinus alias And…

BERITA LAINNYA