Setya Novanto Sebut Transkrip Percakapan yang Beredar Tidak Utuh

Intan fauzi    •    Kamis, 19 Nov 2015 06:20 WIB
pencatut nama presiden
Setya Novanto Sebut Transkrip Percakapan yang Beredar Tidak Utuh
Wakil Ketua MKD Junimart Girsang menerima bukti rekaman dari Said Didu, Rabu 18 November 2015. Foto: MTVN/Githa Farahdina

Metrotvnews.com, Jakarta: Ketua DPR RI, Setya Novanto mengatakan, transkrip percakapan antara dirinya dengan pengusaha minyak Reza Chalid dan Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin tidak utuh. Hal itu ia temukan setelah mendengar rekaman tersebut di media massa.

"Kalau itu saya melihat ada beberapa yang enggak utuh dari awal sampai akhir. Nanti pada saatnya akan saya sampaikan keutuhannya," kata Novanto di kediamannya, Jakarta Selatan, Rabu (18/11/205).

Novanto pun belum ada niatan untuk melaporkan balik pihak yang telah menyebarkan rekaman tersebut. Politikus Golkar itu berharap masih ada kepercayaan masyarakat yang bertumpu padanya.

"Yang jelas saya sudah menyerahkan semuanya kepada pihak yang saya percaya untuk menindak lanjuti, melihat substansinya apa. Tapi, saya menyerahkan kepada publik untuk menilai masalah ini," ujar Novanto.

Staf Khusus Kementerian ESDM Muhammad Said Didu dan Kepala Pusat Informasi Publik Kementerian ESDM Hufron Asrofi telah menyerahkan bukti rekaman ke MKD Rabu, (18/11/2015).

Said menegaskan pihaknya sudah benar-benar memeriksa isi rekaman tersebut. Menurut Said, pihaknya yakin dengan isi rekaman itu.

"Kami meyakinkan juga siapa tahu rekamannya beda, siapa tahu isinya beda," kata Said di Komplek Parlemen, Jakarta Pusat, Rabu (18/11/2015).

Rekaman disimpan dalam flashdisk warna putih. Saat diserahkan, dibungkus tiga lapis amplop. Said tidak menjelaskan rinci soal isi percakapan. Dia mengatakan, isi rekaman hanya suara.

Kementerian ESDM sudah menyimpan salinan rekaman tersebut. Yang diserahkan merupakan isi rekaman asli. Menurut Said, identitas perekam dirahasiakan karena menyangkut keamanan yang bersangkutan.
 


(ALB)