Sentra Otomotif Kalimalang

Sujarno, Kisah Reparasi Helm Hingga ke Tanah suci

Ekawan Raharja    •    Jumat, 20 Nov 2015 08:49 WIB
sapu otomotif
Sujarno, Kisah Reparasi Helm Hingga ke Tanah suci
Sujarno sudah menggeluti usahanya, reparasi helm, sejak 1983. MTVN/Ekawan Raharja

Metrotvnews.com, Jakarta: Pekerjaan sebagai ahli reparasi helm tidak banyak yang menggeluti. Namun hal tersebut tidak menyurutkan niat Sujarno untuk menekuni pekerjaanya tersebut.

Di balik meja kerjanya, Sujarno dengan tekun memperbaiki helm yang dipercayakan padanya. Berbagai helm yang mengalami kerusakan coba diperbaiki agar nyaman digunakan kembali.

"Saya sudah menekuni usaha ini sejak 1983. Berbagai usaha sebelumnya sudah saya geluti sebelum membuka usaha reparasi helm," ujar pria paruh baya tersebut pada Rabu, 18 November, di tokonya.

Sebelum menggeluti usaha tersebut, Sujarno pernah bekerja sebagai sopir hingga menjajakan bakso. Namun pria paruh baya tersebut enggan membicarakan masa lalunya.

Dia pun pernah bercerita sebelum memulai usahanya tersebut, pria yang kini rambutnya mulai memutih itu ditawari untuk bekerja di Kantor POS atau menjadi tentara. Namun hatinya berkata lain dan menolak tawaran tersebut.

"Saya ini bisa dibilang lulusan SMP, jaman dulu sudah lumayan mas. Pernah ditawari untuk bergabung di Kantor POS dan jadi tentara tapi saya tolak. Hati saya tidak suka, saya inginnya jadi wirausahawan," terang pria yang murah senyum tersebut.

Gurat keriput di wajahnya tampak tegas, menandakan beragam pengalaman sudah dialaminya. Salah satunya saat Ia ditipu tatkala hendak menunaikan ibadah haji. Uang yang dikumpulkannya bertahun-tahun raib dibawa oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

"Kejadiannya sebelum 1998, saya dan istri sudah mengumpulkan uang untuk pergi haji. Namun saya ditipu dan uang saya dibawa pergi oleh calo. Kejadian ini membuat saya dan istri shock, dan membuat istri saya meninggal dunia."

Namun kondisi sedih itu tidak lantas dibawa berlarut-larut. Sujarno kembali mengumpulkan uang untuk kembali melanjutkan niatnya berangkat ke tanah suci. 10 tahun di jalaninya, hingga akhirnya 2009 Tuhan mengajaknya berkunjung ke tanah suci.

Saat ini, dia sehari-hari tetap hidup dengan memperbaiki helm yang rusak di tokonya di bilangan Jalan Inspeksi Saluran Kalimalang nomor B20 ,Cipinang Besar, Jakarta. Mengumpulkan rupiah demi rupiah untuk menyambung hidupnya yang sudah mulai termakan usia.

"Saat ini saya kerja yang penting cukup untuk makan sehari-hari, yang penting halal dan berkah untuk saya," tutup Sujarno.


(UDA)