Industri Perusahaan Pembiayaan Diperkirakan Tumbuh 10%

Angga Bratadharma    •    Kamis, 19 Nov 2015 11:37 WIB
multifinance
Industri Perusahaan Pembiayaan Diperkirakan Tumbuh 10%
Ilustrasi. FOTO: REUTERS/Beawiharta

Metrotvnews.com, Jakarta: Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) memprediksi dengan adanya asumsi pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5-5,3 persen di 2016 maka industri pembiayaan (multifinance) dapat tumbuh mencapai lima persen sampai 10 persen.

Ketua Umum APPI Suwandi Wiratno mengatakan, kinerja perusahaan pembiayaan hingga Juli 2015 masih cukup baik. Namun, tidak ditampik secara umum kinerjanya memang melambat seperti di sewa guna usaha, anjak piutang, kartu kredit, dan pembiayaan konsumen.

"Namun, ada prospek perusahaan pembiayaan pada sektor maritim. APPI telah memetakan prospek pembiayaan di sektor maritim. Apalagi, kebutuhan kapal tangkap dan pengumpul menjadi salah satu investasi yang dibutuhkan," ujarnya, dalam sebuah seminar bertajuk 'Insurance Outlook 2016', di Jakarta, Kamis (19/11/20115).

Sejauh ini, lanjutnya, perusahaan pembiayaan mampu tumbuh delapan persen hingga 12 persen. Bahkan, dalam kurun empat tahun terakhir, pertumbuhan nilai pembiayaan industri pembiayaan berkisar Rp17,4 triliun per tahun. Tapi, tidak ditampik mulai melambat sekarang ini.

Selain itu, masih kata dia, gejolak nilai tukar rupiah pada akhir-akhir ini yang diikuti dengan lonjakan suku bunga acuan atau BI rate, dan sekarang ini terus dipertahankan di angka yang cukup tinggi juga diperkirakan memengaruhi kinerja perusahaan pembiayaan.

Ia menjelaskan, ada faktor-faktor yang memengaruhi terhadap kinerja perusahaan pembiayaan. Pengaruh itu seperti depresiasi nilai tukar rupiah. Walau tidak berpengaruh secara langsung, tapi pengaruh depresiasi ini memberi dampak terhadap bank umum.

"Selama ini, perusahaan pembiayaan masih mengakses dana dari bank umum. Selain itu, faktor lainnya adalah kinerja perusahaan pembiayaan akan cenderung turun karena lesunya ekonomi," pungkas Suwandi.


(AHL)