Ray Rangkuti Sebut Pertemuan Setnov & Freeport untuk Kepentingan Pribadi

Lukman Diah Sari    •    Kamis, 19 Nov 2015 14:37 WIB
pencatut nama presiden
Ray Rangkuti Sebut Pertemuan Setnov & Freeport untuk Kepentingan Pribadi
Ketua DPR Setya Novanto di Gedung KPK----MI/Susanto

Metrotvnews.com, Jakarta: Ketua DPR Setya Novanto menggelar pertemuan dengan pejabat PT Freeport Indonesia dan pengusaha yang diduga Muhammad Reza Chalid. Pertemuan diduga tak menyangkut kepentingan publik, sebaliknya guna kepentingan pribadi.

Direktur Eksekutif Lingkar Madani Indonesia Ray Rangkuti mengatakan, motif kepentingan pribadi jelas nampak dalam transkrip antara ketiganya. "Kalau kita dengar dan baca transkip, itu sama sekali tidak mengandung kepentingan publik," kata Ray dalam konferensi pers Gerakan Dekrit Rakyat Indonesia menyikapi skandal pencatutan di Gedung Enka Deli, Jalan Sunda, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (19/11/2015).

Ray menyebut, Setya tak mengatakan adanya sikap setuju atau tidak terkait rencana perpanjangan kontrak yang dilakukan PT Freeport. Sebagai Ketua DPR, Setya dinilai tak menyuarakan penentangan perpanjangan kontrak yang banyak disuarakan masyarakat.

"Tak terdengar itu pandangan dan harapan publik, hanya kebanyakan keinginan pribadi," jelas Ray.

Setya diadukan Sudirman Said ke Makhamah Kehormatan Dewan, Senin, 16 November 2015. Setya diduga mencatut nama Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla terkait divestasi saham PT Freeport.

Setya sudah mengakui pertemuan tersebut yang dilakukan di Pasific Place, Jakarta Selatan, 8 Juni 2015. Tapi, Setya berdalih dirinya tak meminta jatah saham dan mencatut nama presiden dalam pertemuan tersebut.
 


(TII)

Irman Kembali Diperiksa KPK sebagai Saksi Setnov

Irman Kembali Diperiksa KPK sebagai Saksi Setnov

6 hours Ago

KPK kembali memeriksa mantan Dirjen Dukcapil Kemendagri Irman. Irman diperiksa sebagai saksi un…

BERITA LAINNYA