Tambahan Likuiditas GWM Bisa Turunkan Suku Bunga Kredit Perbankan

Eko Nordiansyah    •    Kamis, 19 Nov 2015 16:04 WIB
bank indonesia
Tambahan Likuiditas GWM Bisa Turunkan Suku Bunga Kredit Perbankan
Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara. (FOTO: Antara/ANDIKA WAHYU)

Metrotvnews.com, Jakarta: Bank Indonesia (BI) baru saja menurunkan Giro Wajib Minimum (GWM) Primer dalam rupiah dari delapan persen menjadi 7,50 persen. Peraturan yang mulai aktif 1 Desember ini dinilai akan memberikan tambahan likuiditas kepada bank hingga Rp18 triliun.

Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara mengatakan, dengan adanya dana masuk dari penurunan GWM tersebut, bank akan memiliki kemampuan lebih untuk menyalurkan kredit. Meskipun tidak langsung pada tahun ini diharapkan mampu mendorong kredit di 2016.

"Itu bisa dipakai untuk salurkan kredit. Mungkin enggak langsung di Desember, bisa di 2016. Tapi kalau belum bisa salurkan kredit paling tida bisa menurunkan bunga deposit yang tinggi itu," ujar Mirza, di Hotel JW Marriot, Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (18/11/2015).

Kalaupun dana tersebut tidak juga tersalurkan karena permintaan kredit yang rendah, maka Mirza meminta kepada bank untuk bisa menurunkan suku bunga kredit perbankannya.

"Harusnya karena kemarin dapat limpahan dana, suku bunga bisa turun. Kemudian tinggal banknya mau turunkan bunga kredit atau enggak. Tapi ini bukan mesin, selalau ada kekurangan," jelas dia.

Untuk itu, dirinya tetap optimistis kredit di 2016 akan lebih baik didorong oleh kepercayaan diri dari BI, pemerintah dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Meskipun mereka harus tetap mewaspadai ketidakpastian dari kenaikan suku bunga The Fed.

"The most uncertain yaitu Fed Fund Rate sudah akan jadi certain. Dan menurut saya yang pertama kenaikan ini penting, kenaikan kedua lumayan, yang ketiga mungkin enggak penting," pungkasnya.


(AHL)