Hanura: Penetapan DPT Dipaksakan dan Rawan Kecurangan

   •    Selasa, 05 Nov 2013 21:37 WIB
Hanura: Penetapan DPT Dipaksakan dan Rawan Kecurangan
MI/Mohamad Irfan/fz

Metrotvnews.com, Jakarta: Partai Hanura memandang penetapan DPT yang dipaksakan membuat Pemilu 2014 jadi rawan kecurangan.

Sekretaris Fraksi Partai Hanura Saleh Husin mengatakan langkah KPU kontraproduktif dengan harapan publik agar berlangsungnya pemilu yang adil, jujur dan dipercaya. Menurut dia, KPU terburu-buru untuk menetapkan DPT yang masih menyisakan 10,4 juta pemilih dengan NIK kosong.

"Ini masih awal November, sebenarnya masih ada waktu bagi KPU untuk menyempurnakan DPT lagi. Penetapan DPT di saat masih ada 10,4 juta data pemilih yang belum dilengkapi NIK harus disikapi dengan kritis. Dalih KPU yang beralasan menetapkan DPT demi konstitusi seolah menutup mata akan potensi kerawanan dan kecurangan," tegas Saleh, Selasa (5/11).

Menurut dia, angka sebesar itu (10,4 juta pemilih) terbilang besar lantaran setara dengan 5,6 persen jumlah pemilih. Ditambah dia, sambung dia, KPU pun tidak menjamin selisih angka tersebut tidak bakal menjadi permainan politik.

"Imbasnya ini akan menjadi rawan kecurangan, hasil pemilu juga rawan polemik dan mendapat delegitimasi dari rakyat maupun parpol. Kurangnya akurasi dan validitas DPT dapat menghilangkan hak politik rakyat mengikuti Pemilu," tandas Saleh. (Astri Novaria)