Bilik Suara Dicuri Pengasong, KPU Sragen Pinjam ke Karangayar

Pythag Kurniati    •    Kamis, 19 Nov 2015 16:37 WIB
pilkada serentak
Bilik Suara Dicuri Pengasong, KPU Sragen Pinjam ke Karangayar
Bilik suara dari KPUD Karanganyar diangkut ke KPUD Sragen, Kamis (19/11/2015). (Metrotvnews.com/Pythag Kurniati)

Metrotvnews.com, Karanganyar: Komisi Pemilihan Umum Daerah Kabupaten Sragen meminjam 3.288 bilik suara ke KPUD Kabupaten Karanganyar. Peminjaman dilakukan menyusul hilangnya bilik-bilik suara KPUD Sragen saat disimpan di gudang penyimpanan logistik lama. 

Kamis siang 19 November, komisioner KPUD Kabupaten Sragen mengawasi langsung pengangkutan bilik suara di kantor KPUD Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Sekretaris KPU Sragen, Sutrisno mengatakan bilik suara pinjaman akan dijaga ketat. "Tidak lagi disimpan di gudang lama, namun akan disimpan di Kantor KPUD Sragen dan dijaga ketat,” ungkapnya.

Sekretaris KPU Karanganyar, Junaedi mengatakan pihaknya meminjamkan bilik suara lantaran daerahnya tak menggelar pilkada serentak pada 9 Desember. 

Selanjutnya, bilik suara itu akan didistribusikan ke Panitia Pemilu Kecamatan sekitar tanggal 1 hingga 5 Desember 2015. Pada pilkada kali ini, ada 1.600 tempat pemungutan suara. Satu TPS membutuhkan sedikitnya dua bilik suara. 

Pedagang asongan ditangkap

Hilangnya 9.260 bilik suara dan 422 kotak suara di gudang lama KPU Sragen membuat polisi melakukan maraton untuk mengungkap kasus ini. Hasilnya aparat kepolisian Polres Sragen menangkap empat orang tersangka beserta ratusan logistik yang belum sempat dijual.

Ribuan logistik itu dicuri oleh pengusaha asongan dan dijual kepada perajin alat-alat masak. Kapolres Sragen AKBP Ari Wibowo mengatakan selain mengamankan ratusan logistik, polisi juga mengamankan dua unit truk, empat unit mobil, serta dua buah sepeda motor. Pelaku mendapat keuntungan sekitar Rp250 juta dari hasil penjualan barang-barang tersebut.

Pelaku melancarkan aksinya di siang hari dengan berpura-pura sebagai petugas KPU. Dengan bantuan tukang kunci, pelaku membuka gembok di gudang logistik lama.

“Pelaku akan dijerat dengan pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara,” ujar Ari seraya menyebut motif pencurian murni ekonomi, bukan politik.


(SAN)