Bercinta 3 Kali Seminggu Kurangi Risiko Batu Ginjal

   •    Kamis, 19 Nov 2015 16:43 WIB
seks
Bercinta 3 Kali Seminggu Kurangi Risiko Batu Ginjal
Rajin bercinta bisa atasi batu ginjal. (Foto:longerlastinglover.com)

Metrotvnews.com, Turki: Penyakit mematikan yang paling sering ditemui dan dialami masyarakat Indonesia selain kanker dan jantung, tentu saja batu ginjal. Ada banyak faktor yang turut andil dari munculnya penyakit ini, seperti sering menahan buang air kecil dan jarang minum air putih.

Sebelum terkena, lebih baik melakukan pencegahan sedini mungkin. Tak perlu khawatir, karena menurut terbitan studi teranyar dari Turki, masalah batu ginjal bisa teratasi hanya dengan berhubungan seks setidaknya tiga sampai empat kali seminggu.

Umumnya, penyakit ini menyerang di usia lanjut. Bukti lain juga menemukan, pria lebih sering terkena penyakit ini dengan risiko hingga 80 persen dibanding wanita.

Untuk penelitian kali ini, para peneliti membagi 75 pasien dengan batu ginjal ke dalam tiga kelompok. Satu kelompok melakukan seks tiga sampai empat kali per minggu, kedua yang diberikan tamsulosin (obat yang biasa digunakan untuk meningkatkan buang air kecil pada pria) dan ketiga yang menerima perawatan medis standar untuk batu ginjal.

Dalam kurun waktu dua minggu, peneliti menemukan 26 dari 31 peserta dari kelompok satu dinyatakan mengeluarkan batu ginjal mereka. Di sisi lain, hanya 10 dari 21 peserta dari kelompok tamsulosin dan delapan dari 23 peserta dari kelompok perawatan medis standar yang berhasil mengeluarkan batu ginjal.

Rata-rata batu yang dikeluarkan berukuran kurang lebih 4,7 milimeter. Dengan demikian, ini mengartikan hanya dengan melakukan kegiatan seksual secara rutin dapat menyembuhkan pasien yang mengidap batu ginjal.

Studi serupa yang dipublikasikan Annals of Emergency Medicine membandingkan efek dari tamsulosin dan plasebo untuk mengobati batu ginjal kecil dan besar.

Temuan menunjukkan dokter perlu beralih menggunakan obat tamsulosin untuk mengobati pasien dengan batu ginjal besar. Saat ukuran batu ginjal 5 sampai 10 milimeter panjangnya, sekitar 83,3 persen pasien dari kelompok tamsulosin berhasil mengeluarkan batu ginjal mereka ketimbang pasien dengan obat plasebo.

Menurut penulis utama studi Jeremy Furyk dari Rumah Sakit Townsville di Australia, temuan ini sangat bermanfaat untuk penderita batu ginjal.

"Lebih dari satu juta orang Amerika menderita penyakit batu ginjal. Temuan obat tamsulosin tentu jadi solusi untuk pasien dengan batu ginjal yang besar," ujarnya. (Sumarni/Medical Daily)


(LOV)