PM Prancis Ingatkan Ancaman Senjata Kimia ISIS

Willy Haryono    •    Kamis, 19 Nov 2015 19:34 WIB
prancis diserang
PM Prancis Ingatkan Ancaman Senjata Kimia ISIS
PM Prancis Manuel Valls berbicara di hadapan anggota parlemen di Paris, Kamis (19/11/2015). (Foto: AFP/FRANCOIS GUILLOT)

Metrotvnews.com, Paris: Jaringan terorisme mungkin akan menggunakan senjata kimia dan biologi jika kembali menyerang Paris di masa mendatang, ucap Perdana Menteri Manuel Valls di hadapan anggota parlemen. 

Valls mengajukan sebuah rancangan undang-undang untuk memperpanjang status darurat terorisme untuk tiga bulan ke depan. 

"Terorisme melanda Prancis, bukan karena apa yang kita lakukan di Irak dan Suriah, tapi memang terjadi seperti itu," kata Valls, seperti dilansir The Guardian, Kamis (19/11/2015). 

"Kita tahu bahwa mungkin ada risiko senjata kimia dan biologi," sambung dia. 

Dalam pidatonya, Valls juga mengemukakan wacana membuat semacam organisasi atau lembaga baru untuk mengatasi radikalisasi di Prancis. 

Organisasi ini nantinya akan difokuskan kepada pemuda di Prancis, bukan warga yang baru pulang dari medan perang di Timur Tengah.

"Kita sedang berada dalam perang. Bukan perang pada umumnya. Bukan, ini adalah adalah perang baru - perang di luar dan di dalam - dengan teror sebagai senjatanya. Ini adalah perang yang terus berubah dan mungkin masuk ke kehidupan kita sehari-hari," ungkap valls. 

"Perang tipe baru ini adalah perang terkoordinasi, dipimpin pasukan kriminal. Hal barunya adalah cara beroperasi mereka: metode pembunuhan yang mereka lakukan terus berubah," tambah sang PM. 

Kelompok militan Islamic State (ISIS) mengklaim bertanggung jawab atas serangkaian serangan teror di Paris pada 13 November, yang menewaskan 129 orang dan melukai 352 lainnya. 


(WIL)