Dinas Pajak Prioritaskan Kejar Penunggak Pajak Kelas Kakap

Anggitondi Martaon    •    Kamis, 19 Nov 2015 19:44 WIB
pajak
Dinas Pajak Prioritaskan Kejar Penunggak Pajak Kelas Kakap
Ilustrasi,--Foto: Antara/Andika Wahyu

Metrotvnews.com, Jakarta: Dinas Pelayanan Pajak DKI Jakarta memprioritaskan mengejar penunggak pajak kelas kakap. Mereka memiliki aset dengan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) di atas Rp2 miliar. Potensi tunggakan pajak golongan ini tercatat mencapai Rp1,4 triliun.

"Kita kejar penunggak pajak besar, di atas Rp1 miliar. Kalau perlu kita sita lelang," kata Wakil Kepala Dinas Pelayanan Pajak DKI Jakarta Edi Sumantri di kantor Dinas Pelayan Pajak Provinsi DKI, Jalan Abdul Muis, Jakarta Pusat, Kamis (19/11/2015).‎

Edi menjabarkan, ‎766.426 ‎surat pemberitahuan pajak terutang (SPPT)‎ NOJP-nya berkisar Rp200 juta - Rp2 miliar. Total penunggak pajak sebanyak ‎232.110‎ SPPT dengan total nilai tunggakan Rp2.470.000.000. Sedangkan NOJP Rp2-10 miliar, total penunggak pajak 65.064 dengan jumlah tunggakan Rp496 miliar, dan NOJP di atas Rp10 miliar dengan jumlah penunggak pajak 8256, memiliki jumlah tunggakan hingga Rp912 miliar.‎

Penunggak pajak kelas kakap tersebut, lanjut Edi, pada umumnya adalah perusahaan-perusahaan besar yang memiliki kondisi keuangan sehat. Oleh karena itu dirinya ingin memprioritaskan pengejaran terhadap perusahaan tersebut.

"Nanti saat penempelan penang, kita kejar penunggak kakap dulu, yang NJOP di atas Rp10 miliar. Karena kita akan bergerak serentak di seluruh kecamatan. Mudah-mudahan ini akan dapat mengejar target penerimaan," tegas dia.

‎Namun, dirinya enggan menyebutkan identitas perusahaan-perusahaan tersebut. Karena bukan domain jabatanya mengungkap identitas perusahaan penunggak kelas kakap itu.

"Nanti jika sudah kita berikan surat pemberitahuan, peringatan, dan ada rencana penempelan nanti akan kita publish," kata dia


(MBM)