Gunakan Uang Operasional, Pengurus Museum Didesak Mengembalikan

Pythag Kurniati    •    Kamis, 19 Nov 2015 20:30 WIB
museum
Gunakan Uang Operasional, Pengurus Museum Didesak Mengembalikan
Museum Radya Pustaka, Solo. Foto: Metrotvnews.com/Pythag

Metrotvnews.com, Solo: Penggunaan dana sebesar Rp50 juta rupiah oleh Komite Museum Radya Pustaka untuk kegiatan Suro Bulan Kebudayaan dinilai menyalahi aturan. Pasalnya dana hibah dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk museum Radya Pustaka hanya diperuntukan bagi keperluan operasional museum seperti gaji pegawai, tagihan listrik, atau tagihan telepon.

Saat ditemui di Balai Kota Solo, Penjabat Wali Kota Solo, Budi Suharto, mengatakan Badan Pengawas Keuangan (BPK) telah memberi rekomendasi bahwa dana hibah dengan total Rp400 juta rupiah harus digunakan untuk kegiatan operasional.

“Sebenarnya sudah jelas aturannya. Tidak boleh digunakan untuk kegiatan selain operasional. Komite Museum malah menggunakan dana Rp50 juta untuk kegiatan Suro Bulan Kebudayaan," kata dia, Kamis (19/11/2015).

Untuk itu, pemkot Solo meminta komite mengembalikan dana tersebut ke kas daerah. Jika tak mengembalikan, Budi mengatakan pemerintah tak akan mencairkan dana hibah operasional tahap ketiga. Keputusan pemkot menahan dana hibah pengelolaan museum berdampak pada macetnya kegiatan operasional museum itu. 

Menanggapi desakan pemkot untuk mengembalikan dana Rp50 juta, Komite Museum Radya Pustaka, Purnomo Subagiyo, mengaku masih belum dapat memutuskan. 

“Suro Bulan Kebudayaan kan agenda tahunan. Selama ini tidak pernah ada masalah. Kalau kami disuruh mengembalikan, lantas pakai uang apa,” kata dia. Purnomo mengaku belum mengetahui adanya aturan penggunaan dana hibah hanya untuk kegiatan operasional.


(UWA)