Aturan Pembukaan Data Rekening Nasabah Tak Berlawanan dengan UU Perbankan

Eko Nordiansyah    •    Kamis, 19 Nov 2015 21:00 WIB
ojk
Aturan Pembukaan Data Rekening Nasabah Tak Berlawanan dengan UU Perbankan
Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman Hadad. Antara/Yudhi Mahatma.

Metrotvnews.com, Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan petunjuk pelaksanaan (juklak) aturan pembukaan data nasabah tidak akan berlawanan dengan Undang-Undang Perbankan yang akan dikeluarkan oleh DPR. Pasalnya, pembahasan mengenai UU Perbankan baru akan dilanjutkan pada pertengahan tahun depan.

"Ya nanti kita urutlah biar enggak berlawanan. Jadi ya kita urutlah nanti," ujar Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad di Hotel JW Marriot, Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (19/11/2015).

Dirinya menambahkan, penetapan aturan pembukaan data rekening nasabah juga tidak perlu menunggu pembahasan UU Perbankan selesai. Nantinya aturan tersebut hanya diatur dalam Peraturan OJK (POJK) namun tetap menyelarasakan aturan yang ditetapkan dalam UU Perbankan.

"Sementara kita selaraskan atau paling tidak selama beberapa hal sambil menunggu Undang-Undang itu nanti kita selaraskan mana yang bisa diatur," jelas dia.

Selain itu, Muliaman menjelaskan jika surat rekomendasi dari Kementerian Keuangan untuk pembukaan data nasabah akan tetap berlaku. Sementara aturan lainnya akan tetap diselaraskan dengan aturan yang ada.

Sebelumnya, pembukaan data perbankan direncanakan dilakukan mulai 2017. Pembukaan data tersebut akan digunakan oleh Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak sebagai informasi wajib pajak yang tidak membayarkan pajaknya.

Sementara itu, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan pemerintah Indonesia siap melakukan pertukaran informasi pajak dengan negara anggota G20 sebagai bagian dari perjanjian pajak internasional mulai 2017 meskipun secara global dimulai pada 2018.

Kesepakatan pertukaran informasi pajak yang diinisiasi oleh Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) merupakan bagian dari hasil forum pertemuan tingkat tinggi G20 pada 2014 yang berlangsung di Australia.


(SAW)