Proses IPO bagi BUMN Harus Dipermudah

Dian Ihsan Siregar    •    Kamis, 19 Nov 2015 21:09 WIB
bumn
Proses IPO bagi BUMN Harus Dipermudah
Illustrasi. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

Metrotvnews.com, Jakarta: ‎Direktur PT Bahana Securities Novita Lubis berharap proses penawaran umum perdana saham (IPO) perusahaan BUMN harus lebih mudah. Hal ini dapat menggairahkan pasar.

"Selama proses itu mudah dan singkat‎, maka pasar lebih bergairah, kita sambut kebijakan itu karena bagus," ucap Novita kepada Metrotvnews.com, seperti diberitakan Kamis (19/11/2015).

Dia menekankan, proses IPO perusahaaan BUMN dan swasta sama saja, dan tidak ada perbedaan yang signifikan.‎ Hanya saja, perusahaan BUMN harus mendapat persetujuan terlebih dahulu dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), hal itu lah yang membuat lama proses IPO perusahaan BUMN.

"Bervariasi kalau waktu perusahaan BUMN IPO harus persetujuan dulu dari DPR, kalau DPR kan memang kalian tahulah sendiri," jelas Novita.

‎Dia mengatakan perusahaan swasta yang akan melakukan IPO kebanyakan butuh waktu sekitar  empat sampai dengan enam bulan, itu pun tergantung kesiapan dari perusahaan.

"Itu lama juga karena ada proses persetujuan dari komite privatisasi, cukup panjang prosesnya," cetusnya.



(SAW)