Kemenhub Setuju Tutup Aktivitas Bongkar Muat Batu Bara di Cirebon

Ahmad Rofahan    •    Kamis, 19 Nov 2015 21:37 WIB
kabut asapbatu bara
Kemenhub Setuju Tutup Aktivitas Bongkar Muat Batu Bara di Cirebon
Aktivitas bongkar muat batu bara di Cirebon. Foto: Metrotvnews.com/Rofahan

Metrotvnews.com, Cirebon: Kementrian Perhubungan mengirimkan sinyal positif untuk menutup aktivitas bongkar muat batu bara di Pelabuhan Cirebon, Jawa Barat. Informasi itu datang setelah kunjungan tim Kemenhub ke Pelabuhan Cirebon. 

“Benar, Kemenhub sudah datang ke sini menemui saya dan melihat langsung aktivitas bongkar muat batu bara di Pelabuhan Cirebon,” kata Wali Kota Cirebon, Nasrudin Azis, kepada Metrotvnews.com, Kamis (19/11/2015).

Azis mengatakan persetujuan Kemenhub itu muncul karena polusi yang terus meningkat dan mengganggu kesehatan masyarakat. “Prinsipnya, menurut Kemenhub, kalau memang menganggu bisa ditutup. Tapi itu masih perlu kajian lagi,” ujar Azis.

Asisten General Manager Pengendalian Kinerja dan Port Facility Security Officer (PFSO) Pelindo II Cirebon, Iman Wahyu, mengaku tidak mengetahui secara pasti hasil pertemuan itu. Menurutnya, tim Kemenhub bukan ke Pelindo sebagai pengelola aktivitas bongkar muat, melainkan ke pihak Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP). “Kalau masalah itu, silakan tanyakan ke KSOP karena kunjungannya ke sana,” kata Iman.

Sebelumnya, Menteri BUMN Rini Soemarno dan Ketua DPD Irman Gusman menolak aktivitas bongkar muat batu bara. Saat berkunjung ke Pelabuhan Cirebon, keduanya tak menyarankan penutupan bongkar muat itu. Alasannya, penutupan aktivitas itu berdampak pada berhentinya sejumlah industri di Jawa Barat, khususnya di Bandung.

“Lebih baik kita cari solusi agar debu batu bara tidak dirasakan masyarakat yang berada di sekitar pelabuhan,” kata Rini saat itu. Irman menambahkan persoalan debu batu bara bisa diatasi dengan memperbaiki regulasi saat melakukan distribusi. “Seperti, batu bara ditutup rapi. Ketika bongkar muat, batu bara itu disiram sehingga mengurangi debu," kata Irman.


(UWA)