Beras Tasikmalaya Diminati Amerika dan Eropa

Kristiadi    •    Kamis, 19 Nov 2015 22:07 WIB
beras
Beras Tasikmalaya Diminati Amerika dan Eropa
Pembeli dari Perwakilan VECO Belgia Jo Van Dorpe (tengah) meninjau pabrik pengolahan beras organik di Desa Mekarwangi, Tasikmalaya, Jawa Barat, Rabu (28/10). Foto: Antara/Adeng Bustomi

Metrotvnews.com, Tasikmalaya: Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Simpatik di Kampung Cidahu, Desa Mekarwangi, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, kembali mengekspor beras organik ke Amerika Serikat sebanyak 17,8 ton. Gapoktan penghasil beras tersebut merupakan binaan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tasikmalaya.

"Kami berharap ekspornya terus meningkat karena kami baru saja memberikan bantuan sebuah mesin vacuum sealer seharga Rp239 juta agar packaging semakin banyak. Paling tidak ada tambahan ekspor 50 persen dari sekarang," kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Tasikmalaya, Wahyu Purnama, Kamis (19/11/2015).

Selain mengekpor beras organik ke Amerika, Gapoktan Simpatik pernah menjual beras ke tujuh negara seperti Uni Emirat Arab (UEA), Belanda, Jerman, Singapura, Malaysia, dan Italia dengan total ekspor mencapai 500 ton.

Bank Indonesia sudah melatih 116 petani dari berbagai kelompok tani di Tasikmalaya. Pelatihan dilakukan agar suplai ke pengolahan Gapoktan Simpatik semakin banyak dan ekspor semakin meningkat. Termasuk pasokan untuk dalam negeri.

"Komoditas dalam negeri bisa terpenuhi karena pemasaran beras organik sudah sampai ke supermarket di Jawa Barat dan Jakarta serta daerah lainnya di Indonesia. Konsumen beras ini umumnya masyarakat premium," kata dia.

Ketua Gapoktan Simpatik, Saepul Bahri, mengatakan dari April hingga Nopember sudah delapan kali ekspor beras organik dilakukan. Ekspor ke Amerika merupakan yang ketiga kalinya. Gapoktan juga rutin mengekspor beras ke Italia dan Malaysia.

"Beras organik memiliki keunggulan pada warna, seperti coklat, merah dan merah muda. Masing-masing negara tujuan ekspor memiliki selera sendiri. Amerika menyukai valcano rice (merah), coklat, dan merah muda. Negara Eropa senangnya warna merah, merah muda, dan hitam." kata dia.

Saepul mengungkapkan beras organik memiliki nilai jual yang lebih bagus. Harga beli gabah dari petani senilai Rp6.500 per kilogram. Sebanyak 85 persen beras organik diekspor, sisanya 15 persen untuk pasar lokal.


(UWA)