Peran Pengusaha di Pertemuan Setnov dan Freeport Harus Diselisik

Lukman Diah Sari    •    Jumat, 20 Nov 2015 01:57 WIB
pencatut nama presiden
Peran Pengusaha di Pertemuan Setnov dan Freeport Harus Diselisik
Ketua DPR Setya Novanto (tengah) keluar dari gedung Nusantara III di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (17/11). ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan.

Metrotvnews.com, Jakarta: Ketua DPR Setya Novanto diketahui bertemu dengan petinggi PT Freeport Indonesia bersama pengusaha yang diduga Muhammad Reza Chalid. Posisi pengusaha itu dinilai perlu diselisik.

Ketua Institut Hijau Indonesia Chalid Muhammad menekankan, sebaiknya tak hanya fokus penelusuran tak hanya terkait pencatutan nama Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk mendapatkan saham PT FI. Pasalnya, Reza Chalid dikenal sebagai pengusaha minyak yang disebut-sebut bagian dari problem tata kelola minyak.

"Apa peran Reza dalam negosisasi Freeport berbicara tentang saham," beber Chalid di Kedai Kopi Deli, Jalan Sunda, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (19/11/2015).

Chalid mengatakan, upaya pengusutan peran Reza amat penting lantaran dianggap bisa memutus mata rantai pratek mafia pertambangan di Indonesia. "Upaya ini dibutuhkan," ucap dia.

Sebelumnya, Direktur Lingkar Madani Ray Rangkuti juga mempertanyakan langkah Setya memboyong Reza Chalid dalam pertemuan dengan PT Freeport Indonesia. Semestinya bila hanya membicarakan kontrak PT Freeport Indonesia, dia bisa langsung berhubungan ke Komisi VII DPR.

"Ini persoalannya, apa dasarnya Setya Novanto mau memenuhi undangan Freeport di luar kantor DPR?" ujar Ray.

Ray heran, apa dasar Setya membawa Reza Chalid dalam pertemuan tersebut. Menurut Ray, Setya harusnya mengajak ketua atau anggota Komisi VII, jika membicarakan masalah Freeport. "Mengapa Reza Chalid yang diundang, kenapa bukan angota DPR Komisi VII yang berhubungan dengan Freeport," ungkap dia.


(OGI)