Nama Disebut, Luhut Diminta Melapor

Lukman Diah Sari    •    Jumat, 20 Nov 2015 03:46 WIB
pencatut nama presiden
Nama Disebut, Luhut Diminta Melapor
Menko Polhukam Luhut Pandjaitan (kedua kiri) berbincang dengan Kapolri Jenderal Polisi Badrodin Haiti (kanan), Ketua KPU Husni Kamil Manik (kiri), dan Ketua DKPP Jimly Asshiddiqie (kedua kanan). ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma.

Metrotvnews.com, Jakarta: Nama Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Panjaitan disebut dalam rekaman pertemuan Ketua DPR Setya Novanto dengan petinggi PT Freeport Indonesia. Luhut pun diminta segera bertindak tegas untuk melapor pencatutan namanya tersebut.

Ketua Institut Hijau Indonesia Chalid Muhammad menyarankan, pelaporan membuktikan Luhut tak terlibat dalam skenario perpanjangan kontrak PT Freeport Indonesia. "Sebaiknya memberikan laporan polisi, pencatutan nama beliau atau upaya tindak pidana penipuan atau perbuatan tidak menyenangkan," ujar Chalid di Kedai Kopi Deli, Jalan Sunda, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (19/11/2015).

Menurut dia, bila Luhut tak bergerak, akan menyisakan tanda tanya besar di benak masyarakat. Jika terus didiamkan, menurut Chalid, lama-kelamaan akan berbuah ke spekulasi publik bahwa Luhut termasuk mafia yang turut memuluskan Freeport.

"Dia terlibat atau tidak di permainan perpanjangan kontrak Freeport," ungkapnya.

Chalid  juga menyarankan ke Presiden Joko Widodo lebih baik menonaktifkan Luhut sebagai Menko Polhukam untuk sementara waktu. "Ini penting, agar Jokowi punya keberanian memutus mata rantai mafia pertambangan di Indonesia," pungkas dia.
 


(OGI)