Aung San Suu Kyi Gelar Rapat Rekonsiliasi Nasional Pertama

Fajar Nugraha    •    Jumat, 20 Nov 2015 09:57 WIB
pemilu myanmar
Aung San Suu Kyi Gelar Rapat Rekonsiliasi Nasional Pertama
Aung San Suu Kyi rapat rekonsiliasi (Foto: Reuters)

Metrotvnews.com, Yangon: Pemimpin oposisi Myanmar Aung San Suu Kyi bertemu dengan ketua majelis rendah Shwe Mann. Mereka pun menggelar rapat rekonsiliasi nasional pertama.

Pertemuan ini berlangsung Kamis (19/11/2015) sebagai bagian dari upaya melancarkan transisi politik. Para pejabat tidak mengumumkan rincian yang dibahas dalam pertemuan tertutup di Naypyidaw antara tokoh  Suu Kyi dan Shwe Mann.

Ini adalah pertemuan rekonsiliasi nasional pertama dari tiga pertemuan yang dijadwalkan antara Aung San Suu Kyi dan para pejabat senior. Presiden Thein Sein dan pemimpin militer Min Aung Hlaing juga telah sepakat bertemu dengannya.

Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) pimpinan Aung San Suu Kyi meraih kemenangan menakjubkan dalam pemilu Minggu (8/11/2015) lalu, mengalahkan Partai Union Solidarity and Development atau USDP pimpinan para mantan jenderal.

Tetapi yang juga kalah adalah puluhan partai yang mewakili etnis minoritas, yang merupakan kurang dari separuh penduduk negara itu yang berjumlah 51,5 juta orang. Kelompok minoritas itu juga punya sejarah panjang menentang dan melawan junta militer yang memerintah Myanmar selama setengah abad. Demikian diberitakan VOA Indonesia, Jumat (20/11/2015).

Kemenangan NLD yang akan membentuk pemerintah sendiri, telah mengandaskan harapan kelompok etnis, bahwa mereka akan punya suara kuat dalam menentukan kebijakan politik pemerintah dan sekaligus mengurangi kekuasaan pemerintah pusat.

Tetapi, partai Suu Kyi mendapati dirinya harus berjuang sendirian untuk menyelesaikan keluhan-keluhan kelompok etnis, dan dengan begitu mengecilkan harapan untuk menyelesaikan berbagai masalah yang telah menggoyahkan negara itu selama konflik enam dasawarsa terakhir.

Menurut Sekretaris Jenderal Liga Bangsa Shan bagi Demokrasi (SNLD) Sai Nyunt Lwin, kemenangan NLD yang besar itu tidak baik bagi negara. SNLD merupakan pihak yang mewakili kelompok minoritas terbesar di Myanmar.

Meskipun sama-sama mengalami perjuangan selama puluhan tahun melawan junta militer yang memerintah Myanmar hingga 2011, hubungan antara NLD dan banyak pemimpin etnis telah lama ditandai dengan ketidakpercayaan.

Seperti militer, NLD didominasi oleh suku Bamar, penduduk mayoritas yang tinggal di dataran rendah tengah negara itu.

Suu Kyi juga menentang seruan kelompok-kelompok etnis agar jangan mencalonkan kandidat-kandidatnya, guna merebut kursi-kursi yang selama ini dikuasai golongan minoritas. Kemenangan mengejutkan NLD di banyak daerah menyebabkan banyak partai kehilangan perwakilan, atau hanya punya sedikit kursi dalam majelis nasional dan lokal.

Yang lebih sulit lagi bagi NLD adalah mengakhiri konflik yang telah menewaskan ribuan orang di pinggiran negara dalam beberapa tahun terakhir.

Meskipun gencatan senjata diberlakukan 15 Oktober 2015, sebagian besar kelompok pemberontak bersenjata negara itu masih berjuang melawan pemerintah, dan konflik-konflik bersenjata menyebabkan pemilu dibatalkan di beberapa daerah. NLD menolak untuk mendukung perjanjian gencatan senjata itu, karena tidak mengikutsertakan banyak kelompok bersenjata lainnya.


(FJR)

KPK Hormati Putusan Sela Praperadilan Novanto

KPK Hormati Putusan Sela Praperadilan Novanto

23 hours Ago

KPK akan tetap menghadapi proses persidangan selanjutnya yang masuk dalam tahap pembuktian.

BERITA LAINNYA