Datang ke Istana, Sudirman Mengaku Laporkan Pertemuan Prancis ke Jokowi

Desi Angriani    •    Jumat, 20 Nov 2015 11:04 WIB
pencatut nama presiden
Datang ke Istana, Sudirman Mengaku Laporkan Pertemuan Prancis ke Jokowi
Menteri ESDM Sudirman Said-----Ant/Hafidz Mubarak

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said mendadak muncul di Istana Kepresidenan, Jumat pagi. Sudirman mengaku datang untuk melaporkan hasil pertemuan menteri energi di Paris, Prancis, beberapa waktu lalu.

Dalam pertemuan itu, Indonesia dikukuhkan sebagai anggota International Energy Agency (IEA). Perkembangan ini, kata dia, perlu diketahui Presiden Joko Widodo.

"Juga persiapan ke COP (conference of parties) 21 yang akan berlangsung akhir bulan," kata Sudirman di Istana Negara, Komplek Istana Kepresidenan, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Jumat (20/11/2015).

Sudirman menampik saat disinggung apakah pertemuan itu sekaligus mengklarifikasi pernyataan Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan yang menyebut dirinya tak mendapat restu Presiden. Dia menegaskan, hanya melaporkan hasil pertemuan Prancis.

"Saya mau lapor mengenai international energy agency," tegas Sudirman.

Dua pekan silam, Sudirman membongkar adanya dugaan pencatutan nama Presiden dan Wakil Presiden yang dilakukan seorang politikus dalam sebuah pertemuan dengan petinggi PT Freeport Indonesia. Pada Senin, 16 November 2015, Sudirman melaporkan dugaan pencatutan itu ke Mahkamah Kehormatan Dewan.

Rupanya, politikus yang dimaksud adalah Setya Novanto. Setya diduga bertemu petinggi PT Freeport dengan membawa seorang pengusaha yang diduga Muhammad Reza Chalid.

Transkrip percakapan antara ketiganya bocor ke publik, Senin sore. Dalam percakapan itu, Setya meminta jatah saham di perusahaan pertambangan asal Amerika Serikat itu. Permintaan diajukan lantaran kontrak karya migas yang dikehendaki PTFI belum juga disepakati pemerintah Indonesia.

PTFI ingin kontrak diperpanjang hingga 2041. Sebab, kontrak mereka akan berakhir pada 2021. Namun, pemerintah baru mau membicarakan perpanjangan kontrak pada 2019. Dalam kondisi kebuntuan itu, Setya Novanto seolah hendak mengupayakan perpanjangan kontrak. Asalkan, ada yang bisa dia dapatkan. Setya pun menyebutkan, dirinya dan Luhut Binsar Pandjaitan akan menjadi kunci suksesnya perpanjangan kontrak buat Freeport.

Berbekal transkrip, Sudirman melapor ke MKD. Namun, Luhut kemudian menuding pelaporan yang dilakukan Sudirman tak direstui Presiden Joko Widodo. Luhut pun menuding langkah Sudirman, "aneh," katanya singkat.

 


(TII)