Bursa Berjangka Optimistis Raih 600 Ribu Lot Kontrak Multilateral

Dian Ihsan Siregar    •    Jumat, 20 Nov 2015 17:48 WIB
bursa berjangka jakarta
Bursa Berjangka Optimistis Raih 600 Ribu Lot Kontrak Multilateral
Sejumlah pewarta mengikuti pelatihan bursa berjangka. (FOTO: MTVN/Dian Ihsan Siregar)

Metrotvnews.com, Bandung: Jakarta Futures Exchange (JFX) alias Bursa Berjangka Komoditi‎ optimistis dapat meraih kontrak multilateral komoditi mencapai 600 ribu lot di akhir 2015, dari posisi 546 ribu lot per Oktober 2015.

"Kita bisa dapat kontrak multilateral 600 ribu lot sebelum Desember 2015, sampai akhir tahun mungkin lebih dari 600 ribu lot, dari posisi 546 ribu lot per Oktober 2015," ujar Direktur Utama Jakarta Futures Exchange, Stephanus Paulus Lumintang, ditemui dalam acara workshop wartawan perdagangan berjangka komoditi, di‎ Grand Setiabudi Hotel, Bandung, Jumat (20/11/2015).

Dia mengungkapkan, emas masih menjadi komoditas utama dalam transaksi perdagangan bursa berjangka. Selain itu, kopi juga menjadi penyumbang‎ kontrak multilateral di tahun ini.

Adanya paket kebijakan ekonomi yang dikeluarkan pemerintah selama ini, sebutnya, memberikan dampak yang baik bagi kinerja perdagangan komoditi bursa berjangka. Sebab, paket kebijakan itu membuat pelaku pasar (investor) dan masyarakat benar-benar mengenal produk komoditas yang dikeluarkan oleh bursa berjangka.

"Dengan adanya berbagai kebijakan deregulasi pemerintah, untuk investor lebih memilih instrumen, yang regulasi pemerintah. Kami sangat merasakan langsung paket itu membentuk kami dan mengenalkan masyarakat industri ini, makanya sosialisasi paket kebijakan itu memberikan keuntungan bagi banyak stakeholder kami," jelas dia.

Seperti diketahui, pada awal 2015, Jakarta Futures Exchange menargetkan bisa meraih kontrak multilateral 500 ribu lot hingga akhir 2015. Angka itu sudah melaju kencang dari raihan Oktober 2015 yang mencapai 546 ribu lot. ‎Tahun ini, transaksi perdagangan BBJ diprediksi akan semakin bergairah.

Hal tersebut karena Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) mengeluarkan kebijakan agar pialang memenuhi persyaratan minimal transaksi multilateral sebesar lima persen. Hal itu akan memberi dampak positif bagi peningkatan transaksi multilateral di BBJ‎.


(AHL)