WNI Ditangkap, KBRI Korsel Minta Hukum Setempat Dipatuhi

Fajar Nugraha    •    Jumat, 20 Nov 2015 18:46 WIB
wni
WNI Ditangkap, KBRI Korsel Minta Hukum Setempat Dipatuhi
WNI yang ditangkap di Korsel (Foto: The Korean Herald)

Metrotvnews.com, Seoul: Seorang warga negara Indonesia (WNI) ditangkap atas keterlibatan dengan radikalisme. Kedutaan Besar Republik Indonesia di Korea Selatan (Korsel) pun minta WNI hormati hukum setempat.

"KBRI Seoul menghimbau WNI yang berada di Korea Selatan untuk menghormati hukum setempat dan menghindari tindakan atau aktivitas yang dapat membahayakan keamanan bersama," pernyataan Kedutaan Besar Republik RI di Seoul, dalam keterangan tertulis yang diterima Metrotvnews.com, Jumat (20/11/2015).

"Dalam kaitan tersebut, KBRI Seoul akan terus bekerjasama dengan berbagai organisasi kemasyarakatan Indonesia yang ada di Korea Selatan sebagaimana yang telah dilakukan selama ini," imbuh pernyataan itu.

Sementara dalam upaya mengurangi WNI overstayer, KBRI Seoul dan pemerintah Pusat  telah membuat berbagai kebijakan, program dan melakukan himbauan dalam rangka memotivasi mereka untuk kembali dengan suka rela  ke Indonesia. Hal ini termasuk berbagai bantuan fasilitasi kepulangan dan penyediaan berbagai pelatihan untuk persiapan pulang ke Indonesia.

Beberapa organisasi swadaya masyarakat Indonesia di Negeri Gingseng juga membantu memberikan pemahaman kepada WNI overstayer untuk kembali ke tanah air.

Agensi Kepolisian Nasional Korsel (NPA) mengaku telah menangkap pria 32 tahun itu di rumahnya. WNI itu dijerat pasal Hukum Keimigrasian dan pelanggaran membuat dokumen palsu.

(Baca: WNI Ditangkap di Korsel, Kemlu: Pihak Keamanan Sudah Lama Mengawasi)

Berdasarkan informasi dari pihak imigrasi, diindikasikan KTP WNI tersebut bernama Abdullah Hasyim. Namun WNI itu masuk ke Korea Selatan dengan nama Carsim.

Pihak kepolisian melalui koordinasi dengan KBRI Seoul masih terus mendalami nama sebenarnya dari WNI tersebut. WNI tersebut tinggal di Provinsi Chungcheong Selatan, sekitar 150 kilometer dari Seoul dan sudah berada di Korsel sejak 2007 dan sekarang berstatus ilegal.


(FJR)

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

6 days Ago

Uang berasal dari uang pengganti terpidana kasus korupsi proyek KTP-el Andi Agustinus alias And…

BERITA LAINNYA