Sektor Ekonomi Digital Diharapkan Terbuka Bagi Investor Asing

Gervin Nathaniel Purba    •    Jumat, 20 Nov 2015 19:27 WIB
industri digital
Sektor Ekonomi Digital Diharapkan Terbuka Bagi Investor Asing
Kepala BKPM Franky Sibarani -- FOTO: MTVN/Husen Miftahudin

Metrotvnews.com, Jakarta: Peran pemerintah dinilai sangat penting dalam mengantisipasi perkembangan sektor ekonomi digital kembali mengemuka pasca Konferensi Tingkat Tinggi di Manila.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani mengatakan pihaknya sedang mengkoordinasikan pembahasan panduan investasi, menerima usulan panduan investasi di sektor tersebut, baik dari mereka yang menginginkan agar sektor tersebut dibuka untuk asing, maupun dari pihak-pihak yang menilai kemampuan pelaku usaha dalam negeri perlu dilindungi dengan pembatasan kepemilikan asing.

Saat ini, terkait sektor ekonomi digital terdapat beberapa pelaku usaha yang menginginkan agar pada beberapa bidang usaha di sektor tersebut diberikan akses lebih besar untuk masuknya investor asing. Di sisi lain, BKPM juga menerima masukan yang mengiginkan agar pada beberapa bidang usaha di sektor tersebut diberikan akses lebih besar untuk masuknya investor asing.

Selain itu, BKPM juga menerima masukan yang menginginkan agar bidang usaha di sektor komunikasi dan informatika lebih tertutup dan melindungi kepentingan pengusaha dalam negeri.

"Ada juga yang menginginkan sektor perdagangan ecern melalui internet itu agar tetap dialokasikan untuk penanaman modal dalam negeri (PMDN) dan tidak perlu diubah," ujar Franky dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (20/11/2015).

Menurutnya, beberapa bidang usaha di sektor komunikasi dan informatika di Perpres 39 Tahun 2014 memang didominasi oleh bidang usaha yang diperuntukkan untuk PMDN. Kemudian dibatasi kepemilikan saham asingnya sebesar 69 persen.

"Jadi terdapat delapan usulan agar sektor ekonomi digital ini lebih terbuka untuk kepemilikan asing. Usulan tersebut secara garis besar, yang sebelumnya hanya untuk PMDN minta agar diperbolehkan untuk asing, kemudian sebelumnya dibatasi 4c persen dan 65 persen dapat ditambah porsi kepemilikan asingnya," katanya.

Sebelumnya, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara menyampaikan visi Indonesia sebagai negara ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara dengan total valuasi USD130 miliar atau sekitar Rp1.756 triliun. Salah satu langkah yang akan dilakukan pemerintah adalah menumbuhkan 1.000 teknopreneur pada 2020 dengan total valuasi sebesar USD10 miliar atau sekitar Rp138 triliun.


(AHL)