BI Apresiasi Perusahaan yang Sudah Lakukan Lindung Nilai

Eko Nordiansyah    •    Jumat, 20 Nov 2015 19:27 WIB
hedging (lindung nilai)
BI Apresiasi Perusahaan yang Sudah Lakukan Lindung Nilai
Bank Indonesia (MI/ROMMY PUJIANTO)

Metrotvnews.com, Jakarta: Bank Indonesia (BI) mengapresiasi atas banyaknya perusahaan di Indonesia yang telah melalukan lindung nilai (hedging). Hal tersebut sebagai upaya perusahaan untuk mengurangi risiko akibat pelemahan mata uang rupiah.

‎Direktur Eksekutif‎ Kepala Departemen Statistik BI Hendy Sulistiowati menjelaskan, kewajiban lindung nilai berlaku untuk utang yang jatuh tempo nol hingga tiga bulan ke depan, dan untuk utang yang jatuh tempo tiga hingga enam bulan ke depan.

"Kewajiban lindung nilainya adalah membandingkan aset valas dan kewajiban valas. Kalau dia melampaui jumlah tertentu nanti di dalam ketentuannya itu harus dilakukan lindung nilai 20 persen untuk sekarang ini," ujar Hendy, di Gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (20/11/2015).

Saat ini, terdapat 1.643 korporasi pelapor Kegiatan Penerapan Prinsip Kehati-Hatian (KPPK) yang memiliki Utang Luar Negeri (ULN), di mana sebanyak 1.248 perusahaan yang belum termasuk wajib lindung nilai namun telah melakukan lindung nilai, dan sebanyak 61 perusahaan yang memang diwajibkan lindung nilai dan telah melakukan lindung nilai.

"‎Ada lagi 334 perusahaan, dia wajib lindung nilai tapi dia belum lindung nilai. Sepenuhnya karena memang dia melihat belum ada kewajiban untuk lindung nilai itu sampai dengan kuartal II, belum ada yang wajib. Tapi dia sudah lindung nilai sebagian," jelas dia.

Dirinya menambahkan, terdapat pula perusahaan yang baru melakukan lindung nilai bagi sebagian utangnya karena perjanjian dengan afiliasi atau parent company untuk penanggulangan risiko penurunan nilai tukar yang akan dilakukan oleh induknya.

"Jadi secara keseluruhan mau menyimpulkan, sebagian perusahaan meskipun belum wajib lindung nilai sampai dengan kuartal II-2015, tapi mereka sudah melakukan lindung nilai untuk kewajiban-kewajiban 0-3 bulan dan 3-6 bulan. Dan bahkan ada yang di atas enam bulan," tutupnya.


(ABD)