Laporan Awal Dana Kampanye Paslon Banyak yang Tak Rasional

Arga sumantri    •    Sabtu, 21 Nov 2015 00:07 WIB
pilkada serentak
Laporan Awal Dana Kampanye Paslon Banyak yang Tak Rasional
Diskusi Pengawasan Dana Kampanye Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota yang diselenggarakan Bawaslu RI di Bandung, Jawa Barat, Jumat (20/11/2015) - MTVN/Arga Sumantri

Metrotvnews.com, Bandung: Sejumlah pasangan calon yang bertarung di Pilkada serentak kali ini disinyalir banyak membuat laporan dana awal kampanye (LADK) yang tak rasional. Jaringan pendidikan pemilih untuk rakyat (JPPR) mengklaim punya temuan terkait kasus tersebut.

JPPR meneliti sekitar 541 laporan awal dana kampanye pasangan calon (paslon) di seluruh Indonesia yang mengikuti Pilkada serentak. Koordinator Nasional JPPR, Masykurudin menyebut ada sekitar 178 paslon atau 33 persen paslon membuat LADK tidak lebih dari Rp10 juta.

"Ini kan tidak rasional," kata Masykurudin dalam diskusi Pengawasan Dana Kampanye Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota yang diselenggarakan Bawaslu RI di Bandung, Jawa Barat, Jumat (20/11/2015).

Laporan itu kata Masykurudin tak rasional lantaran yang ditemukan di lapangan jauh berbeda. "Faktanya, kami menemukan ternyata LADK itu tidak mencerminkan apa yang telah mereka lakukan di lapangan," ungkap Masykurudin.

JPPR juga menemukan 149 paslon membuat LADK antara Rp10 juta hingga Rp100 juta (28 persen). Lalu, ada 174 paslon yang laporan awal dana kampanyenya antara Rp100 juta hingga Rp500 juta (32 persen).

Sementara, ada 23 Paslon yang membuat LADK antara Rp500 juta hingga Rp1 Miliar, atau sekitar 4 persen dari total sample JPPR. Terakhir, ada 17 Paslon yang membuat LADK di atas Rp1 Miliar.

Dari data yang ada, JPPR juga merilis lima pasangan calon membuat LDAK yang tak masuk akal. Lima paslon itu ada di lima kota/kabupaten berbeda. Urutan teratas pasangan calon Pilkada Kota Bitung, Maximiliaan Jonas Lombaan-Maurits Mantiri yang laporan awal dana kampanyenya nol rupiah. Kemudian, pasangan calon Pilkada Kabupaten Lebong, Rosjhonsyah-Wawan Fernandez yang melaporkan dana awal kampanye sebesar Rp50 ribu.

Juga pasangan calon Pilkada Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Mustafidz Fauzan-Sri Harmanto, juga LADK-nya hanya Rp50 ribu. Selanjutnya, Paslon Pilkada Kabupaten Kendal, Mirna Aniisa-Masrus Masykur dan Paslon Pilkada Kabupaten Konawe Selatan, Rusmin Abdul Gani-Mukhlis punya LADK hanya sebesar Rp100 ribu.


(REN)