Asosiasi Satpam Berikan Bantuan untuk Korban Ledakan Granat

Renatha Swasty    •    Sabtu, 21 Nov 2015 03:11 WIB
granat
Asosiasi Satpam Berikan Bantuan untuk Korban Ledakan Granat
Maulana terbaring di ruang perawatan-----MTVN/Wanda

Metrotvnews.com, Jakarta: Asosiasi SatPam RI (ASPRI) memberikan bantuan pada Supriyatna Maulana,37, korban ledakan Granat di Gedung Multi Piranti Graha, Duren Sawit Jakarta Timur. Pemberian bantuan sekaligus apresiasi buat Maulana yang setia menjalani pekerjannya.

"Supaya mereka tidak merasa berjuang sendiri. You are not alone," ujar Presiden ASPRI, Yudhi Sabang dalam rilis yang diterima Metrotvnews.com, Sabtu (21/11/2015).

Maulana menjadi korban pelemparan granat jenis manggis sekira pukul 03.30 WIB, Senin 16 November di tempat kerjanya. Pria yang telah mengabdi selama 29 tahun itu mengalami luka-luka di bagian dada.

ASPRI kata Yudi merasa perlu memberikan bantuan untuk pengobatan Maulana yang menjadi korban ketika sedang menjalankan tugas. Apalagi, Satpam memiliki posisi terdepan dalam melakukan pengamanan sebuah gedung.

Hingga kini kondisi Maulana masih terbaring dengan perban di dada, lengan, dan kaki. Namun, kondisinya sudah jauh lebih baik dari sebelumnya.

"Tapi, suami saya butuh istrirahat. Dia belum tidur dari kemarin," kata Mistiyah, 43, istri korban, kepada Metrotvnews.com di RSCM, Jalan Salemba Raya, Jakarta Pusat, Kamis (19/11/2015).

Maulana sempat dirawat di RS Islam Jakarta, Pondok Kopi, sebelum dirujuk ke RSCM. Direktur Utama RS Islam Pondok Kopi Denny P. Machmud mengatakan, pasien korban kasus pelemparan granat di gedung Multi Piranti Duren Sawit, Jakarta Timur, itu sudah menjalani operasi pengangkatan serpihan benda asing pada Senin, 16 November.

Maulana kemudian dirujuk ke RSCM untuk mendapatkan penanganan lanjutan. "Tuan M ini membutuhkan pemantauan tim dokter dengan fasilitas lebih lengkap," kata Denny, Rabu 18 November.

Gedung Multi Piranti Graha, Duren Sawit, Jakarta Timur, dilempar granat jenis manggis sekitar pukul 03.30 WIB, Senin 16 November. Saat itu, Maulana sedang istirahat di lobi. Kapolda Metro Jaya Irjen Tito Karnavian menduga pelempar granat bukan teroris. Menurutnya, teroris tidak pernah beraksi berdasarkan motif pribadi. Polisi belum menangkap pelaku.


(REN)

Fredrich Menduga Majelis Hakim tak Adil

Fredrich Menduga Majelis Hakim tak Adil

9 hours Ago

Fredrich menyesalkan sikap JPU KPK yang dinilai sengaja tidak mau menghadirkan sejumlah saksi k…

BERITA LAINNYA