Homoseksual Berkembang karena Faktor Gaya Hidup

Al Abrar    •    Sabtu, 21 Nov 2015 08:00 WIB
homoseksual
Homoseksual Berkembang karena Faktor Gaya Hidup
Forum LGBT (Lesbian Gay Biseksual Transgender) melakukan kampanye melawan homophobia di Bundaran HI, Jakarta, (Foto:Antara/Yudhi Mahatma)

Metrotvnews.com, Jakarta: Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Kota Depok dalam hasil pemetaan tahun 2015 melaporkan sebanyak 5,791 orang menjadi homoseksual. Data ini meningkat dari tahun sebelumnya yang tercatat 4,932 orang.

Pengamat Sosiolog dari Universitas Indonesia (UI) Devi Rachmawati menilai, faktor meningkatnya pelaku gay di Kota Depok karena gaya hidup dan lingkungan. Selain itu budaya populer yang masuk ke Indonesia.

"Delapan tahun ini kita dicekoki dengan budaya populer, seperti film, musik, games pornografi. Seakan-akan homoseksual menjadi kebudayaan dunia," kata Devi melalui sambungan telepon di Jakarta, Jumat (20/11/2015) malam.

Devi melanjutkan, selama ini ada pembiaran yang dilakukan oleh masyarakat perkotaan karena lingkungan yang heterogen, sehingga para penyuka sesama jenis dapat berkembang. Hal tersebut dapat berbeda ketika dijumpai di daerah, gay masih dianggap tabu.

"Kebanyakan masyarakat Kota Depok itu tidak saling kenal, dan mereka juga tidak ada yang punya keluarga untuk mengingatkan, dan ini jadi faktor yang mendorong menjadi gay. Dan terjadi pembiaran," jelas Devi.

Sebelumnya, Komisi Penanggulangan AIDS Kota Depok melakukan pemetaan terhadap kaum homoseksual di Kota Depok, Jawa Barat. Dalam pemetaan yang dilakukan lembaga masyarakat dan komunitas itu terungkap ada 5,791 orang menjadi homoseksual.

"Hingga November 2015, estimasi para homoseksusal mencapai 5,791 orang," kata Sekretaris KPA Depok, Herry Kuntowo di kantornya, Jumat (20/11/2015).

Herry menjelaskan, pemetaan dilakukan sebagai upaya pencegahan penularan virus HIV/Aids melalui hubungan seksual, terlebih laki-laki sesama laki-laki (lsl). Untuk meminimalisir jumlah penyuka sesama jenis, Harry membeberkan, KPA dan Pemkot Depok sudah melakukan pembinaan dan pendekatan secara pribadi. Diharapkan dengan cara ini, perilaku homoseksual dapat berubah sekaligus mengurangi penularan HIV/AIDS.

Devi berpendapat, untuk mengurangi jumlah pelaku homoseksual perlu ada sikap tegas dari pemerintah. Salah satunya memerangi pornografi yang masuk ke Indonesia. Sebab, pornografi khususnya melalui media sosial diyakini menjadi pintu masuk menjadi pelaku penyuka sesama jenis.

"Yang patut diwaspadai oleh pemerintah adalah pornografi dan kebebasan informasi," tukasnya.


(REN)

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

6 days Ago

Uang berasal dari uang pengganti terpidana kasus korupsi proyek KTP-el Andi Agustinus alias And…

BERITA LAINNYA