Begini Modus 'Serangan Fajar' Peserta Pilkada

Achmad Zulfikar Fazli    •    Sabtu, 21 Nov 2015 09:52 WIB
pilkada serentak
Begini Modus 'Serangan Fajar' Peserta Pilkada
Anggota Bawaslu Nasrullah

Metrotvnews.com, Bandung: Ancaman 'serangan fajar' rawan terjadi di hari-hari terakhir kampanye. Badan pengawas pemilu (Bawaslu) RI meminta penyelenggara pemilu hingga tingkat TPS harus waspada.

Anggota Bawaslu, Nasrullah memetakan modus operandi pasangan calon melakukan 'serangan fajar' jelang pencoblosan. Pertama, hal lumrah yang dilakukan oleh pasangan calon adalah memberikan sejumlah uang guna mengajak pemilih memberikan suaranya pada pasangan calon tersebut.

Kemudian pola lainnya yang dilakukan pasangan calon, yakni dengan meminta pemilih untuk tidak menggunakan hak pilihnya. Guna menjalankan pola tersebut, kata Nasrullah, pasangan calon biasanya membeli kartu undangan pemilih dengan harga tertentu.

"Misalnya dibeli seharga Rp100 ribu. Kemudian undangannya diambil. Bila perlu mungkin gadai KTP, atau bahkan sampai pukul 14.00 WIB, baru dikembalikan," beber Nasrullah.

Modus lainnya, yakni jual beli surat undangan yang tersisa. Maksudnya, undangan yang belum sempat tersebar kepada pemilih kemudian dijual belikan dengan dengan harga tertentu.

"Ini terjadi di Pilkada lalu, jangan sampai terulang lagi," tambah Nasrullah

Bahkan, Bawaslu juga pernah menemukan di lapangan ada pemilih yang surat suaranya sudah dipakai orang lain. "Untuk mencegah hal ini, kuncinya ada di penyelenggara tingkat TPS. Mereka musti jeli betul mendata pemilih dan surat undangannya. Kalau ragu, tak apa-apa minta identitasnya untuk dicocokkan dengan daftar DPT," ujar Nasrullah.

Sebelumnya, Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) menyebut ancaman 'serangan fajar' rawan terjadi dua pekan sebelum pilkada digelar. JPPR pun meminta penyelenggara pilkada lebih ketat mengawasi 'serangan fajar' pasangan calon kepala daerah.


(REN)

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

6 days Ago

Uang berasal dari uang pengganti terpidana kasus korupsi proyek KTP-el Andi Agustinus alias And…

BERITA LAINNYA