Waspada Pemeriksaan Kesehatan Bertajuk Win Academy Healthcare

Antara    •    Sabtu, 21 Nov 2015 12:14 WIB
kesehatan
Waspada Pemeriksaan Kesehatan Bertajuk Win Academy Healthcare
Ilustrasi. Foto: Antara/Yahanan Sulam

Metrotvnews.com, Mataram: Dinas Kesehatan Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, menghentikan operasional Win Academy Healthcare, di Jalan Majapahit karena terbukti melaksanakan kegiatan pemeriksaan kesehatan ilegal.

"Pemeriksaan kesehatan ilegal dilakukan dengan menawarkan pemeriksaan kesehatan ke rumah-rumah, kantor dan tempat-tempat umum lainnya," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram dr Usman Hadi di Mataram, seperti dilansir Antara, Sabtu (21/11/2015).

Pernyataan itu dikemukakan setelah ditemukannya kegiatan yang dilakukan sejumlah oknum petugas kesehatan dari Win Academy Healthcare yang terbukti tidak memiliki izin operasional. "Setelah kami telusuri, oknum petugas kesehatan melaksanakan pemeriksaan ilegal. Kami memanggil pimpinannnya dan meminta untuk mengehentikan kegiatannya," katanya.

Menurutnya, oknum petugas kesehatan ini hanya ingin mencari keuntungan dengan menawarkan jasa pemeriksaan kesehatan dengan tarif Rp50 ribu per satu pasien. "Sebanyak 50 orang oknum petugas itu setiap hari menawarkan jasa pemeriksaan kesehatan dan sudah berlangsung sekitar tiga bulan," kata Usman.

Karena itu, ia mengimbau masyarakat waspada dan tidak dibodohi oleh oknum petugas kesehatan yang kerap membawa sejumlah alat pemeriksaan kesehatan untuk kolestrol, asam urat dan lainnya serta menawarkan obat-obatan.

Usman juga meminta masyarakat jangan percaya dengan tawaran-tawaran pemeriksaan kesehatan yang tidak jelas. "Jika masyarakat ingin memeriksa kesehatan silakan ke dokter atau ke puskesmas karena pelayanan di puskesmas bagi warga kota 100 persen gratis," katanya.

Apalagi, tambah Usman, pemerintah kota juga telah menyiapkan empat puskesmas rawat inap dari 11 puskesmas yang ada di Kota Mataram dan siap memberikan pelayanan gratis kepada warga kota.


(UWA)

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

1 week Ago

Uang berasal dari uang pengganti terpidana kasus korupsi proyek KTP-el Andi Agustinus alias And…

BERITA LAINNYA