Kejati Kembangkan Kasus Bank Jatim Jombang ke Ranah TPPU

Muhammad Khoirur Rosyid    •    Sabtu, 21 Nov 2015 12:28 WIB
tipikor
Kejati Kembangkan Kasus Bank Jatim Jombang ke Ranah TPPU
Foto ilustrasi. (Metrotvnews.com)

Metrotvnews.com, Surabaya: Kasus korupsi bantuan kredit untuk penggemukan sapi (KUPS) di Bank Jatim Cabang Jombang, mulai dikembangkan penyidik. Kali ini penyidik membidik unsur tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Dalam kasus ini, penyidik telah mengantongi bukti adanya TPPU. Bahkan, meski belum ada tersangka pada TPPU, surat perintah penyidikan telah ditandatangani Kajati Jatim Elvis Jhonny. "Sudah saya tandatangani surat perintahnya," kata Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur Elvis Jhonny, Jumat (20/11/2015).

Menurut Elvis, dari proses penyidikan dan hasil pemeriksaan, penyidik telah menemukan adanya unsur TPPU dan telah mengantongi barang bukti. Hanya saja, penyidikan pada unsur TPPU tersebut masih bersifat umum dan belum ada tersangkanya. Artinya, penyidik mulai mendalami kasusnya dan segera menentukan tersangka dalam kasus ini.

Sejauh ini, kasus korupsi KUPS di Bank Jatim Cabang Jombang telah menyeret tiga tersangka. Yakni Ketua Koperasi Bidara Tani Maskur Efendi, mantan Kepala Bank Jatim Cabang Jombang Bambang Waluyo, dan penyedia operasional Bank Bank Jatim Heru Cahyo.

Dari tiga tersangka itu, baru satu tersangka yang ditahan. Yakni Maskur Efendi yang juga adik kandung mantan Bupati Jombang Suyanto. Sementara, dua tersangka lainnya masih berkeliaran bebas.

Kepala Seksi Penyidikan (Kasidik) Kejati Jatim Dandeni Herdiana menjelaskan, usaha penyidik mengembangkan kasus ini ke ranah TPPU tidak terlepas dari bukti sebagian uang KUPS senilai Rp50 miliar diterima oleh Maskur Efendi. Diduga, uang tersebut digunakan untuk memperkaya diri sendiri seperti membeli tanah, membayar utang di bank, hingga pembiayaan untuk pengembangan perusahaannya.

"Belum kami tetapkan tersangka TPPU. Sementara statusnya masih tersangka korupsi," ujarnya.

Hingga saat ini, penyidik masih mendalami aliran uang negara itu. Penyidik sedang proses mengumpulkan data dan alat bukti. "Sementara kami dalami dulu untuk cari bukti," tutur Dandeni.

Kasus ini bermula ketika Koperasi Peternakan Bidara Tani mengajukan permohonan bantuan kredit KUPS ke Bank Jatim Cabang Jombang. Uang kredit diperoleh debitur Rp50 miliar. Ternyata, agunan yang dijaminkan pemohon kredit, bermasalah. Diduga, kredit lolos karena ada kongkalikong dengan pihak orang dalam Bank Jatim.

Selain itu, sapi yang dibeli oleh pemohon kredit tidak sesuai kontrak. Dari seharusnya 2.000 ekor sapi impor, hanya dibeli 750 ekor sapi lokal dan impor saja. Dari Rp50 miliar kredit yang cair, hanya sekitar Rp4,9 miliar yang digunakan sebagaimana mestinya. Akibatnya, negara dirugikan Rp43 miliar.


(SAN)

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

6 days Ago

Uang berasal dari uang pengganti terpidana kasus korupsi proyek KTP-el Andi Agustinus alias And…

BERITA LAINNYA