Mulai Pulih, Korban Granat Duren Sawit Diajak Makan Jengkol

Ilham wibowo    •    Sabtu, 21 Nov 2015 12:28 WIB
granat
Mulai Pulih, Korban Granat Duren Sawit Diajak Makan Jengkol
Supriyatna Maulana terbaring di ruang pasien----MTVN/Wanda

Metrotvnews.com, Jakarta: Supriyatna Maulana, korban ledakan granat di Duren Sawit, masih terbaring dengan perban di dada, lengan, dan kaki di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta Pusat. Keluarga besar pun memberikan dukungan supaya pria yang akrab disapa Maulana tersebut cepat sembuh.

Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan mengajak Maulana menyantap makanan yang dia suka.

"Kami ajak makan ikan asin, sambal, jengkol," kata Napsiah, kakak ipar korban, kepada Metrotvnews.com, di RSCM, Jalan Salemba Raya, Jakarta Pusat, Sabtu (21/11/2015).

Selain mengajak makan, Napsiah mengaku, kerap mengajak Maulana bercanda. Napsiah menuturkan, adik iparnya itu langsung tersenyum jika diajak bercanda.

Meski begitu, Napsiah mengaku, dukungan bukan hanya diberikan buat Maulana. Tapi juga buat Mistiyah, istri Maulana yang tak lain adik kandungnya. Perempuan 43 tahun itu, kata dia, kerap termenung dan murung setelah suaminya jadi korban.

"Saya bilang, dek, yang kuat ya," kata Napsiah menuturkan dukungan buat adiknya.

Sebelum dirawat di RSCM, Maulana sempat dirawat di RS Islam Jakarta, Pondok Kopi, sebelum dirujuk ke RSCM. Direktur Utama RS Islam Pondok Kopi Denny P. Machmud mengatakan, pasien korban kasus pelemparan granat di gedung Multi Piranti Duren Sawit, Jakarta Timur, itu sudah menjalani operasi pengangkatan serpihan benda asing pada Senin, 16 November.

Maulana kemudian dirujuk ke RSCM untuk mendapatkan penanganan lanjutan. "Tuan M ini membutuhkan pemantauan tim dokter dengan fasilitas lebih lengkap," kata Denny, Rabu 18 November.

Gedung Multi Piranti Graha, Duren Sawit, Jakarta Timur, dilempar granat jenis manggis sekitar pukul 03.30 WIB, Senin 16 November. Saat itu, Maulana sedang istirahat di lobi. Kapolda Metro Jaya Irjen Tito Karnavian menduga pelempar granat bukan teroris. Menurutnya, teroris tidak pernah beraksi berdasarkan motif pribadi. Polisi belum menangkap pelaku.


(TII)

Fredrich Menduga Majelis Hakim tak Adil

Fredrich Menduga Majelis Hakim tak Adil

9 hours Ago

Fredrich menyesalkan sikap JPU KPK yang dinilai sengaja tidak mau menghadirkan sejumlah saksi k…

BERITA LAINNYA