PDAM Jayapura Tolak Penawaran Teknologi Pengolahan Air dari Israel

Antara    •    Sabtu, 21 Nov 2015 14:26 WIB
air bersih
PDAM Jayapura Tolak Penawaran Teknologi Pengolahan Air dari Israel
Warga memanfaatkan air bersih dari sumur bor untuk keperluan sehari-hari di Dusun Bate, Keerrom, Papua, Jumat (18/9). Foto: MI/Susanto

Metrotvnews.com, Jayapura: Perusahaan Daerah Air Minum Jayapura, Papua, pesimistis bisa menerapkan teknologi pengolahan air bersih dan pengolahan limbah yang ditawarkan konsultan dari Israel.

"Belum tentu kita menerapkan teknologi yang ditawarkan oleh Israel di Jayapura karena apakah cocok di terapkan di sini (Jayapura.). Di sini masih menggunakan sistem yang sangat sederhana," kata Direktur PDAM Jayapura Abdul Muthalib Petonengan, di Jayapura, sebagaimana dilansir Antara, Sabtu (21/11/2015).

Abdul mengatakan, pihaknya membutuhkan beberapa tahap yang perlu dilewati sampai ke sana, tentunya membutuhkan penyesuaian dan juga biaya yang tidak sedikit atau cukup tinggi.

"Di PDAM Jayapura aktivitas penagihan kita kurang lebih 40 persen setiap bulan, dan yang belum tertagih setiap bulan kurang lebih 60 persen. Artinya menjadi piutang. Hingga kini kurang lebih sekitar Rp40 miliar piutang PDAM di masyarakat, jadi dengan demikian kalau kita melompat ke teknologi canggih, kita butuh biaya yang cukup besar dan belum bisa ditangani," ujarnya.

PDAM Jayapura baru melayani 39 persen masyarakat di Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura.

Sebelumnya, pada Jumat, 13 November, konsultan Israel Avi Markovich dan rombongan mendatangi Wali Kota Jayapura Benhur Tommy Mano. Kedatangan mereka untuk menawarkan rencana kerja sama pengolahan air bersih dan pengolahan limbah di wilayah tersebut.


(UWA)

Fredrich Menduga Majelis Hakim tak Adil

Fredrich Menduga Majelis Hakim tak Adil

9 hours Ago

Fredrich menyesalkan sikap JPU KPK yang dinilai sengaja tidak mau menghadirkan sejumlah saksi k…

BERITA LAINNYA