Pilkada Mojokerto 2015

Tak Terima Dicoret, Nisa-Arif Laporkan KPU Mojokerto

Amaluddin    •    Sabtu, 21 Nov 2015 15:45 WIB
pilkada serentak
Tak Terima Dicoret, Nisa-Arif Laporkan KPU Mojokerto
Pasangan calon bupati-wakil bupati Mojokerto, Choirun Nisa-Arifudinsjah, mendatangi kantor Bawaslu Jatim, Sabtu (21/11/2015). Foto: Metrotvnews.com/Amaluddin

Metrotvnews.com, Surabaya: Pasangan calon bupati-wakil bupati Mojokerto, Choirun Nisa-Arifudinsjah (Nisa-Arif), melaporkan KPU Mojokerto ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Timur. Pasangan yang diusung PKB, PPP, PBB, dan Hanura ini tak tak terima setelah KPU Mojokerto mencoretnya dari peserta pilkada Mojokerto 2015.

Nisa dan Arif melaporkan KPU ke kantor Bawaslu Jatim di Jalan Tanggulangin Nomor 3 Surabaya, Sabtu 21 November. Menurut Nisa, KPU Mojokerto sudah melampaui batas kewenangannya.

"Dalam pilkada itu ada kalah dan menang. Kami boleh kalah, tapi ada aturannya. Kalah setelah bertanding, itu baru jujur. Kalau seperti ini berarti sudah ada cara-cara yang tidak bagus," ujar Nisa, usai menemui komisioner Bawaslu Jatim.

Hal senada dikatakan Arif. Amar putusan Makamah Agung yang memutuskan pencoretan, juga tidak bisa langsung diterapkan. Sebab, menurut Arif, putusan MA hanya berdasarkan asumsi dari opini yang berkembang mengenai adanya pelanggaran hukum. "Kalau Anda bertanya tentang rekayasa dukungan, itu kan sudah pihak hukum yang menanganinya," kata Arif.

Keduanya berharap Bawaslu Jatim mempertimbangkan untuk membatalkan keputusan KPU Mojokerto.

Komisioner Bawaslu Jatim, Sri Sugeng, mengatakan laporan pasangan Nisa-Arif akan dikoordinasikan dengan Panwaslu Kabupaten Mojokerto. Kendati demikian, semua keputusan terkait sengketa pilkada bupati/walikota ada di tangan panwas kabupaten/kota.

"Bawaslu provinsi tidak mempunyai wewenang menyelesaikannya. Provinsi hanya bisa memberikan pendapat dan nasihat," kata dia.

Sebelumnya, Mahkamah Agung memerintahkan KPU Kabupaten Mojokerto membatalkan berita acara dan surat keputusan penetapan calon bupati dan wakil bupati Mojokerto dalam pilkada 2015. Mahkamah Agung meminta KPU menerbitkan berita acara dan surat keputusan baru dengan mencoret pasangan nomor urut satu, Nisa-Arif.

Perintah itu merupakan amar putusan dalam perkara Tata Usaha Negara  yang diajukan calon bupati petahana Mustofa Kamal Pasa-Pungkasiadi. Mustofa menggugat surat keputusan KPU Mojokerto karena Nisa-Arif dianggap memalsukan surat dukungan DPP PPP pimpinan Djan Faridz.


(UWA)

KPK Periksa Chairuman Harahap untuk Tersangka Anang Sugiana

KPK Periksa Chairuman Harahap untuk Tersangka Anang Sugiana

1 hour Ago

KPK hingga saat ini terus mengusut terkait kasus korupsi pengadaan proyek KTP-el. Sejumlah…

BERITA LAINNYA