Terindikasi Anggota Falun Dafa, Paspampres Usir Wartawan

   •    Jumat, 08 Nov 2013 11:01 WIB
Terindikasi Anggota Falun Dafa, Paspampres Usir Wartawan
MI

Metrotvnews.com, Nusa Dua: Pasukan Pengamanan Kepresidenan (Paspampres) tidak membantah berita yang menyebutkan ada pengusiran terhadap seorang wartawan bernama Wayan Manuh dari area pembukaan Bali Democracy Forum (BDF) ke-VI yang dihadiri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Nusa Dua, Bali, Kamis (7/11).

Berdasarkan rilis yang diterima Metro TV, pengusiran itu dilakukan karena yang bersangkutan terindikasi sebagai anggota Falun Dafa.

"Izin melaporkan pada tanggal 7 November 2013 pukul 10.35 Wita bertempat di Gedung BNDCC Hall II telah diamankan I Wayan Manuh oleh satgas PAM VVIP dikarenakan yang bersangkutan terindikasi sebagai anggota Falun Dafa yang menyusup menggunakan cover sebagai wartawan Asing yaitu The Epoch Time," demikian keterangan yang disampaikan Biro Paspampres.

Biro menambahkan, Manuh juga pernah diamankan pada 6 Oktober silam pukul 09.30 Wita bertempat di pintu masuk pemeriksaan ID Card Gedung Media Centre/Gedung BNDCC 2 pada saat acara KTT APEC di Bali.

Disebutkan pula bahwa Manuh pernah mengakui sebagai anggota Falun Dafa atau Falun Gong selama 8 tahun. Manuh juga diketahui menggunakan kartu press Era Baru yang beralamat di Kantor Jln. Tubagus Angke Raya No. 11 G Jakarta.

"Sehingga tidak menutup kemungkinan nantinya yang bersangkutan memanfaatkan kegiatan ini untuk melakukan protes ataupun aksi lainnya terutama kepada delegasi asal China, karena yang bersangkutan datang ke BNDCC," lanjut Biro Paspampres.

Seperti diberitakan sebelumnya, Wayan Manuh merupakan wartawan media Era Baru. Ia langsung digiring empat orang Paspampres untuk diinterogasi di sebuah ruangan.

Petugas menggelandang Manuh keluar dari ruangan di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC) usai Presiden SBY menyampaikan pidato pembukaan yang dihadiri para kepala Negara dan pemerintahan di kawasan Asia Pasifik. Atau saat Perdana Menteri Timor Leste Xanana Gusmao berpidato.

Usai diperiksa, Manuh mengaku tidak mengerti alasan dirinya digiring dan diinterogasi petugas elite kepresidenan itu. "Saya bingung. Kok disuruh keluar ruangan. Padahal, saya juga pakai ID (kartu identitas) peliputan BDF ini," keluhnya. (Iqbal Himawan)


KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

1 week Ago

Uang berasal dari uang pengganti terpidana kasus korupsi proyek KTP-el Andi Agustinus alias And…

BERITA LAINNYA