Sidang Kasus Setnov Menjadi Pertaruhan Integritas MKD

Anggitondi Martaon    •    Minggu, 22 Nov 2015 05:50 WIB
setya novanto
Sidang Kasus Setnov Menjadi Pertaruhan Integritas MKD
Ketua DPR Setya Novanto/MTVN

Metrotvnews.com, Jakarta: Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) akan menggelar sidang kasus pencatutan nama Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla yang dilakukan Ketua DPR Setya Novanto, Senin 23 November. Anggota Komisi VII dari Fraksi PDI Perjuangan Adian Napitupulu menilai banyak pihak menginginkan sidang dilakukan terbuka.

Tidak hanya itu, dalam persidangan diharapkan ada unsur panelis dari luar MKD yang lebih objektif dalam memberikan penilaian dan tidak mempunyai aspek kepentingan.

"Nah kalau dilakukan secara tertutup, lalu tidak disertakan panelis dari unsur masyarakat sepertinya kita siap-siap kecewa bersama. Alat ukuranya Senin besok," kata Adian dalam program Primetime News Metro TV, Sabtu (21/11/2015).

Adian menjelaskan, yang menentukan terbuka atau tertutupnya sidang etik adalah pimpinan MKD. Menurutnya, hal itu juga akan menjadi penilaian sendiri.‎

"‎Nah dari situ kita lihat apakah MKD ini memang bisa menjadi ‎mahkamah kehormatan dewan atau benteng pimpinan dewan, itu saja," ungkap dia.

jika nantinya putusan sidang MKD dinilai mengecewakan, Adian bersama anggota DPR lainya akan mengajukan mosi tidak percaya kepada Setya Novanto sebagai ketua DPR RI.

Mosi tidak percaya bukan tanpa sebab, Adian bersama anggota dewan lainya tak mau hal yang sama terjadi di masa datang. Karena akan semakin memperburuk citra DPR sebagai lembaga legislatif dimata masyarakat.‎

"Kita tidak mau persoalan ini berulang dikemudian hari, kita lelah dengan persoalan di DPR, produk Undang Undang minim, anggaran terlalu besar dan sebagainya, dan pimpinannya seperti ini," ujar dia.


(OJE)