Be The Next Athlete

Analisis Pelatih Terkait Kemenangan SMAN 18 Bandung di PSFC 2015

Rendy Renuki H    •    Minggu, 22 Nov 2015 06:16 WIB
kemenpora adspocari sweat futsal championship
Analisis Pelatih Terkait Kemenangan SMAN 18 Bandung di PSFC 2015
Bisuk Afilla Renato, pelatih SMAN 18 Bandung mengangkat trofi juara PSFC 2015

Metrotvnews.com, Bandung: SMAN 18 Bandung sukses meraih trofi  Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) di turnamen Pocari Sweat Futsal Championship (PSFC) 2015, Sabtu 21 November. Pelatih SMAN 18 Bandung, Bisuk Afilla Renato gembira sekaligus bangga dengan pencapaian timnya. Menurut Bisuk, memenangkan trofi PSFC terbilang mengesankan karena lawan-lawan yang dihadapi punya kualitas bagus. 

SMAN 18 Bandung menjadi juara usai mengalahkan SMAN 4 Jayapura di pertandingan final. Ketika itu, SMAN 18 Bandung dinaungi dewi fortuna sehingga sukses menang lewat adu penalti. 

"Kami terus menjalani laga berat dari babak penyisihan hingga di babak final. Tapi hari ini kembali diberikan kemenangan lewat adu penalti," tutur Bisuk kepada Metrotvnews.com usai laga di GOR C-tra Arena, Sabtu (21/11/2015).

"SMAN 4 Jayapura sangat kuat dan bertengara. Mereka terus mengejar bola. Itu yang membuat kami tak bisa mengembangkan permainan sepanjang pertandingan. Tapi kami sepakat dan bertekad untuk menang. Syukur kami mampu menang," ucapnya.

Uniknya, Bisuk mengaku tak mempersiapkan timnya untuk menghadapi adu penalti. Hal itu sengaja ia lakukan karena menilai memenangkan adu penalti ditentukan oleh faktor nonteknis.

"Tak ada persiapan latihan adu penalti. Saya sejak awal memang mengincar kemenangan pada waktu normal.Kami mencoba taktik mengirim bola langsung ke depan agar mereka tidak terus menekan kita di belakang," sambungnya.

"Luar biasa! Itu kata yang bisa saya ucapkan untuk kemenangan ini. Fantastis, karena ini ajang futsal SMA termegah dan terbesar di Indonesia," tutupnya.


(HIL)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

6 days Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA