Tiongkok Deklarasikan Perang Melawan Terorisme

Willy Haryono    •    Minggu, 22 Nov 2015 11:21 WIB
terorisme
Tiongkok Deklarasikan Perang Melawan Terorisme
Presiden Tiongkok Xi Jinping dalam acara di Singapura, 6 November 2015. (Foto: AFP/WONG MAYE-E / POOL)

Metrotvnews.com, Beijing: Tiongkok akan bergabung dalam perang melawan terorisme setelah empat warganya tewas dalam dua serangan berbeda pekan ini. 

Deklarasi muncul setelah kelompok militan Islamic State (ISIS) mengeksekusi mati Fan Jinghui, seorang warga Negeri Tirai Bambu, bersama dengan korban lainnya dari Norwegia, Ole Johan Grimsgaard-Ofstad. Keduanya ditawan pada September dan foto eksekusinya dipajang di sebuah majalah ekstremis belum lama ini. 

Presiden Xi Jinping menegaskan: "Tiongkok akan memperkuat kerja sama dengan komunitas internasional, melawan operasi teroris yang menghilangkan nyawa tak berdosa dan menjaga keamanan serta stabilitas dunia."

Xi juga meminta departemen terkait untuk memperkuat sektor keamanan "di luar perbatasan Tiongkok."

ISIS menambilkan jasad Fan Jinghui dan Ole Johan di majalah Daqib. Disebutkan kedua tawanan itu sebagai orang "yang ditelantarkan negara dan organisasinya sendiri."

Dalam pidatonya, seperti dikutip Mirror, Xi juga mengutuk serangan "sadis dan brutal" kelompok militan terhadap hotel di ibu kota Mali. Serangan menewaskan 27 orang, termasuk tiga eksekutif dari Tiongkok. 

"Tanpa ada moral dan akal sehat, organisasi teroris masih melancarkan aksi brutal dan berdarah dingin," tutur Xi. 

"Pemerintah Tiongkok mengutuk aksi keji ini, dan akan memastikan pelakunya mendapat ganjaran setimpal," sambung dia. 

Sebanyak 27 orang dilaporkan tewas dalam serangan di hotel Radisson di Bamako. Serangan diklaim kelompok Al-Murabitoun, yang dipimpin Mokhar Belmokhtar. Al-Murabitoun diketahui sebagai afiliasi Al Qaeda.


(WIL)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

4 days Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA