Gubernur Aher Klaim UMK Jawa Barat Tertinggi di Indonesia

Antara, Jaenal Mutakin    •    Minggu, 22 Nov 2015 12:11 WIB
upah
Gubernur Aher Klaim UMK Jawa Barat Tertinggi di Indonesia
Foto: Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan (tengah)/Ant_Agus Bebeng

Metrotvnews.com, Bandung: Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menyatakan upah minimum kabupaten/kota (UMK) Jawa Barat 2016 masih tertinggi di Indonesia. UMK di Kabupaten Karawang ditetapkan sebesar Rp3.330.505.

"Kita sudah tandatangangi (UMK). Alhamdulillah posisinya meski kenaikannya dibatasi PP 78/2015 sebesar 11,5 persen tetapi kita khususnya Kabupaten Karawang, Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi masih tertinggi di Indonesia," kata Ahmad Heryawan di ruang Lokantara, Gedung Sate, Jalan Diponegoro Nomor 22, Kota Bandung, Jawa Barat, Sabtu (21/11/2015) malam.

Aher, demikian ia kerap disapa, mengaku UMK Jawa Barat ini sesuai dengan perhitungan sistem pengupahan baru yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan.

"Di PP Nomor 78 Tahun 2015 sudah termaktub dengan jelas bahwa kenaikan harus 11,5 persen. Jadi, tidak mungkin kami di luar angka itu karena kita tidak ingin menentang sebuah keputusan yang ditandatangani oleh simbol negara yaitu Presiden," ujar Aher.

Menurut dia, upah terendah pada UMK Jawa Barat 2016 ialah Kabupaten Pangandaran sebesar Rp1.324.620. Sementara UMK tertinggi yakni Kabupaten Karawang Rp3.330.505.

Penetapan UMK Jawa Barat Tahun 2016 ini ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 561/Kep.1322-Bangsos/2015.

Ia mengatakan kenaikan UMK di Provinsi Jabar sebesar 11,50 persen dan hanya ada satu yang mendapatkan penyesuaian yakni Kabupaten Ciamis.

"Besaran persentase untuk pencapaian upah minum sama dengan KHL yang diberikan sebesar 4,33 persen. Jadi total kenaikan upah minimum Kabupaten Ciamis Tahun 2016 sebesar 15,83 persen," kata dia.


(TTD)

Seluruh Bisnis Novanto Terancam Disita KPK

Seluruh Bisnis Novanto Terancam Disita KPK

10 hours Ago

Penyitaan akan dilakukan jika mantan Ketua DPR RI itu tidak dapat mengembalikan uang ganti rugi…

BERITA LAINNYA