Menyantap Sate Tahu di Kota Santri Jombang

Nurul Hidayat    •    Minggu, 22 Nov 2015 14:35 WIB
kuliner nusantara
Menyantap Sate Tahu di Kota Santri Jombang
Sate tahu. (foto:MTVN/Nurul Hidayat)

Metrotvnews.com, Jombang: Ketika mendengar kata sate, tentu dalam benak kita yang terlintas adalah makanan dari daging ayam atau kambing yang penyajiannya dengan cara ditusuk dan dibakar. Selain itu, banyak pula yang memikirkan kadar kolesterol tinggi untuk sate kambing.

Pernahkah Anda mencoba sate dengan bahan utama tahu? Di tangan Ali Syaihudin, 32, tahu dijadikan kreasi makanan yang ditusuk dan dibakar layaknya sate. Karena itulah, makanan tersebut disebut dengan sate tahu.

”Bahan dasarnya tahu, kemudian diolah seperti pentol tahu. Setelah itu, diiris kecil-kecil sebelum dimasukkan ke tusuk satenya. Setelah itu, dibakar seperti layaknya sate ayam atau kambing. Terakhir diberikan bumbu sate secukupnya,” ujarnya saat ditemui Metrotvnews.com di Pujasera Adni, Kawasan Ponpes Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, Minggu (22/11/2015).

Menurutnya, makanan ini memiliki rasa yang enak dan gurih juga sangat cocok dijadikan sebagai lauk saat makan nasi. Soal bumbu, nyaris tidak ada bedanya dengan bumbu sate ayam atau kambing. Ada campuran kacang, cabai, bawang, kecap dan lainnya, sehingga aroma bumbu yang tercium pun sama dengan sate ayam atau kambing.

”Selain dijadikan lauk, sate tahu juga bisa dijadikan sebagai cemilan nikmat. Makanan ini dapat menambah selera makan karena rasanya yang khas dan istimewa. Sate tahu ini disajikan dengan perpaduan bumbu sambal kacang sama seperti sate daging atau yang lainnya,” tambahnya.



Dosen STAI (Sekolah Tinggi Agama Islam) Ar-Rosyid Surabaya ini mengatakan, pembeli tidak harus mengeluarkan banyak uang untuk bisa menikmati sate tahu miliknya. ”Satu tusuknya seharga Rp500 saja. Jadi, untuk sepuluh tusuk sate tahu hanya Rp5 ribu,” imbuhnya.

Alumni magister (S-2) Unhasy Tebuireng jurusan Manajemen Pendidikan ini membeberkan, awalnya ia sering mendapati orang yang ketakutan untuk makan sate daging, baik ayam, sapi, terutama kambing karena mengandung kolesterol. ”Supaya kita tetap aman dari bahaya kolesterol tinggi, maka pilihannya tahu ini dibuat sate. Konsepnya juga sederhana dan tidak membutuhkan modal banyak,” ulasnya.

Meski baru sekitar dua bulan membuka usaha sate tahu tersebut, ia tetap optimis usahanya akan berkembang. Apalagi, saat ini usahanya sudah mengincar dunia maya dengan menawarkan penjualan via online.

Ali pun berencana untuk membuka cabang di sejumlah daerah di Jombang. ”Modalnya kan tidak mahal, kemudian makanan ini masih diminati hampir semua kalangan. Baik anak-anak maupun orang dewasa,” tandasnya.


(LOV)