DPD Minta Pemerintah Audit Manajemen Lion Air

Misbahol Munir    •    Minggu, 22 Nov 2015 15:57 WIB
lion air
DPD Minta Pemerintah Audit Manajemen Lion Air
Pesawat Lion Air,--Foto: Antara/Rivan Awal Lingga

Metrotvnews.com, Jakarta: Insiden pengepungan pesawat Lion Air oleh ratusan penumpang di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Jumat 20 November 2015, disesalkan banyak kalangan. Ketua Komite II DPD RI Parlindungan Purba mendesak pemerintah mengaudit manajemen Lion Air. Pemerintah perlu mengaudit untuk mengetahui persis penyebab terganggunya jadwal penerbangan Lion Air ini.

Menurut dia, tertundanya penerbangan sehingga menyebabkan penumpang kesal dengan melakukan pengepungan sangat disayangkan terjadi. Pasalnya, rekannya yang juga anggota DPD RI Rahmijati asal Gorontalo yang menjadi penumpang pesawat tersebut juga tertunda penerbangannya. Padahal kata dia, Rahmijati memiliki agenda dengan PGRI di daerahnya yang sudah lama dijadwalkan. Apalagi pertemuan itu merupakan bagian dari penyerapan aspirasi daerah.

Sebab itu, pihaknya akan mengundang pimpinan Lion Air untuk mendengarkan banyak keluhan tentang pelayanan maskapai tersebut.

"Saya berharap pemerintah bukan hanya mengaudit Lion Air juga manajemen Angkasa Pura yang nampaknya tidak mengantisipasi hal-hal tersebut. Sehingga tidak mampu menahan penumpang turun ke apron dan lintasan bandara internasional yang bisa mencoret keamanan penerbangan," tegas Parlingungan dalam keterangan tertulisnya, Minggu (22/11/2015).

Dia meminta pemerintah memberi sanksi tegas terhadap Lion Air. Pasalnya, maskapai tersebut sangat sering menelantarkan calon penumpangnya.

"Saya minta penerintah jangan ragu dan harus memberikan hukuman yang keras," tegas dia.

Ratusan penumpang di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, 'mengepung' pesawat Lion Air, Jumat 20 November 2015, sekitar pukul 10.40 WIB. Mereka kesal karena belum mendapat kejelasan soal keterlambatan jadwal pesawat dari pihak maskapai.

Bahkan para penumpang turun ke apron dan mendatangi pesawat Lion Air yang sedang terparkir. Dengan membawa tas dan koper, mereka mengelilingi pesawat tersebut.

Tak hanya mengepung, para penumpang juga 'menyandera' pesawat. Mereka duduk di jalan bagian depan pesawat dan menjauhkan tangga yang biasa digunakan untuk masuk ke kabin agar penumpang tidak bisa menaiki pesawat.

Aksi ini buntut dari kemarahan para penumpang yang sudah menunggu semalaman dan tak kunjung diberangkatkan. Mereka juga mengaku tak mendapat penjelasan dari Lion Air dan kompensasi sebagaimana aturan yang berlaku.


(MBM)